Bagian 6: Kediri – Hamparan Kebun, Ayam Bangkok, dan Angsa Gendut Kamis, 16 Agustus 2013, kami meluncur ke Kediri. Jika wilayah Surabaya dan sekitarnya adalah wilayah ‘kekuasaan’ istri, maka kini saatnya masuk ke wilayah ‘kekuasaan’ saya. Kediri adalah hometown kedua saya setelah Trenggalek. Sebagian kisah masa kecil saya ada di sini, di Kandat, sebuah daerah…
Author: wibi
Menyusur Eksotisnya Kampung Sendiri – [5]
Bagian 5: Tempat Mbah Yut di Krian Rabu, 15 Agustus 2012. Hari ini kami akan mulai bergerak dari Surabaya. Sejak pagi, istri sudah melakukan persiapan barang-barang untuk perjalanan panjang. Beberapa barang yang kurang perlu, ditinggal di Surabaya. Destinasi pertama adalah Krian, tempat nenek istri saya, mbah Yut-nya anak-anak. Krian tak seberapa jauh dari Surabaya. Saat…
Menyusur Eksotisnya Kampung Sendiri – [4]
Bagian 4: Suramadu – Bangkalan – Kenjeran Selasa, 14 Agustus 2012. Salah satu hal baru bagi kami di Surabaya dan ingin segera kami kunjungi adalah jembatan Suramadu. Beberapa destinasi baru, justru ada di luar Surabaya. Sejak pagi, kami telah bersiap. Kebetulan jalur ke Suramadu tak jauh dari rumah neneknya anak-anak. Dari arah Kapas Krampung belok…
Menyusur Eksotisnya Kampung Sendiri – [3]
Bagian 3: Tanjung Perak Senin pagi, 13 Agustus 2012, saya menuju ke kantor PT. Prima Vista bersama istri dan si kecil Bayu. Mbak Acha dan Mas Bram memilih untuk sosialisasi di rumah neneknya. Lokasi kantor PT. Prima Vista relatif tidak jauh dari pelabuhan Tanjung Perak, di jalan Perak Timur. Di perjalanan dalam taksi, saya diam-diam…
Menyusur Eksotisnya Kampung Sendiri – [2]
Bagian 2: Keberangkatan Minggu, 12 Agustus 2012, kami berangkat dari rumah di Samarinda ke Surabaya. Perjalanan tak banyak masalah, hanya waktu proses ganti kendaraan yang berjalan normatif. Dari Samarinda kami menyewa taksi ke bandara Sepinggan di Balikpapan. Saya berangkat lebih awal agar sopir taksi lebih santai, tidak terburu. Jalur Samarinda – Balikpapan sekitar 120 km,…
Menyusur Eksotisnya Kampung Sendiri – [1]
Bagian 1: Persiapan Kami akan mudik. Pas lebaran. Jatah cuti saya ambil maksimal. Ditambah dengan berbagai hari libur di bulan Agustus-September, jadinya cuti saya panjang. Mudik ke rumah mertua di Surabaya, dan ke rumah orang tua saya di Trenggalek, bukan hal baru bagi 3 anak saya. Yang tidak biasa adalah, kami akan napak tilas. Saya…
Kapok Lombok Koruptor
Keluarga lombok atau cabe, -tanaman yang masuk dalam genus Capsicum- memiliki efek yang unik yaitu menghadirkan rasa pedas jika terkena bagian tubuh manusia, baik bagian dalam mulut ataupun kulit. Sebuah ‘rasa’ yang mirip panas tapi bukan panas, dihasilkan oleh zat capsaicin yang menurut para ahli mampu menstimulasi otak sehingga otak meresponnya sebagai ‘burning sensation’, seolah…
Shaum
Puisi Y. Wibisono Jika batara memuja batari, jika dewa mengasihi dewi, tidakkah puasa mencintai puisi? Puasa selalu membawa lagu untuknya. Lagu kesiur daun bambu. Mengalun dari masa kanak, sejauh yang mampu dikenang. Di antara dedaun rimbun bambu hijau di sudut rumah. Di puasa masa kanaknya, puisi menetap di rimbun bambu. Berlimpah ruah, sebab puisi ada…
Ujung Perjalanan
Dua hari lalu, Selasa 27 September 2011, sekira pukul 9 malam saya baru tiba di rumah setelah kunjungan ke camp dan pabrik mill. Langsung pergi melayat. Seorang tetangga, dan sekaligus kenalan baik, sudah lebih dulu dipanggil Tuhan hari itu. Pemakaman baru dilaksanakan menjelang tengah malam. Menunggu kedatangan seorang putra dan 2 orang putri yang kuliah…
Lampu Merah
Kutaksir umurnya paling 10 atau 11 tahun, tak akan lebih dewasa dari putriku yang kelas 6 SD. Bajunya lusuh, tapi wajahnya seterang matahari. “Yang apa, Om?”, mimiknya lucu saat menunjukkan setumpuk koran. Aku merasa tak perlu koran itu, sebagian besar beritanya pasti telah kubaca lewat media online. “Korannya tidak usah nak. Ini untuk kamu saja”,…