Karya: Y. Wibisono :istriku Kau tak pernah menulis puisi untukku. Mungkin tak perlu. Sebab kasih sayangmu lebih indah dari sajak cinta. Tidur malammu yang penuh jaga, telah menjelma lagu malam yang mendayu. Hati yang lapang pada semua khilaf, serupa hikayat tentang telaga jernih di hati perempuan. Airmata yang sesekali menetes di pipi, seperti kristal berkilauan…
Author: wibi
Gerhana
Karya: Y. Wibisono Ia akan meminangmu saat gerhana. Ketika kegelapan dan cahaya bersatu dalam wajah malam. Gaunmu meremang merah, terajut dari percik sinar bulan. Lelaki dengan cinta merah, lekas melayangkanmu ke peluk purnama yang terkuyup, purnama yang tertangkup. Dalam takzimnya, disematkannya cincin yang dipuja dari embun malam di jari lembut perempuan yang tersipu. Ia Kamajaya,…
Ibunda
Karya: Y. Wibisono yang melihat dengan mata batin yang mendengar dengan mata hati yang kasihnya bertabur seperti bintang yang lewat setiap helai rambutnya tercurah doa indah untuk anak cucu dalam 84 tahun jalanmu, ibunda pernahkah kau mengeluh?
Jalan Perempuan
Ia mengenali perempuan dari cara berjalan. Sesuatu yang ia sendiri sebenarnya sulit untuk menjelaskan. Itu bukan gerakan tunggal, tapi paduan gerak yang utuh sebuah orkestra yang lembut. Seperti tungkai kaki yang memimpin lalu diikuti dengan gemulai oleh paha, pinggul, pinggang, lalu ditutup dengan lengan yang mengayun ringan. Tapi tetap saja itu tak mampu melukiskan dengan…
Catatan Dari Ajang LKS 2011 Provinsi Kaltim
LKS 2011 ini adalah LKS yang kesekian kali diselenggarakan. Dimulai dari seleksi tingkat kabupaten/kotamadya, yang sekarang di tingkat propinsi, dan dilanjut di tingkat nasional. Dari tahun ke tahun ada hal yang selalu sama, belum berubah. Ada kesenjangan yang sangat nyata antara wilayah kota dengan wilayah pedalaman dalam kompetensi bidang TI. Kesenjangan yang merupakan hasil dari…
21 April
Karya: Y. Wibisono Maaf, saya terlambat lahir. Tidak sempat bertemu, hanya mengenal dari buku, lagu, serta cerita guru. Tapi, masih boleh berkenalan kan, ibu? Ibu yang mulia, berbahagialah. Sebab selalu ada satu hari, ketika semua orang menjelma dirimu. Kartini besar, kartini sedang, kartini kecil. Semua bersanggul dan berkebaya, dengan langkah kemayu. Kini, Banyak perempuan telah…
Jangan Berlebihan, Nanti Jadi Tak Elok Lagi
Bahwa kualitas suara Briptu Norman lumayan, tidak seperti artis lipsync sebelumnya, kita mengakui itu. Bahwa gaya joged India-nya amat menghibur, menggoda orang untuk ikut berlenggok, itu memang benar. Kita tentu juga sangat menyambut baik, jika Briptu Norman ini akan menjadi momentum bagi kepolisian untuk lebih dekat ke masyarakat. Tidak lagi bertahan pada sebuah institusi yang…
Terima Kasih, Sepakbola
Mari berterima kasih kepada sepakbola. Ketika Pancasila-pun menyerah, ia menunjukkan cara sederhana untuk bersatu. Persatuan yang semu, dan bersyarat: selama terus bermain baik dan menang
Hujan Tak Berubah
Hujan mengguyur. Hujan yang tak pernah berubah. Kitalah yang berubah.
Sajak Untuk Pejuang Yang Terlupakan
Lama tak menulis di sini. Semua tulisan berkumpul di kepala, dan hanya berputar-putar di situ, seperti janin yang tak segera ingin lahir. Namun menyaksikan di layar kaca, dua janda pejuang yang sudah renta meneteskan airmata, tiba-tiba tergambar suasana masa lampau. Lebih dari tigapuluh tahun lalu, ketika almarhum ayah mengajak saya yang masih SD mengikuti reuni…