Paseban kadipaten Pati hening. Demikian hening sehingga suara burung-burung di luar paseban terdengar jelas. Keputusan Adipati Wasis Joyo Kusumo telah tegas disampaikan. Dengan lunglai, Saridin mendengarkan keputusan itu. Ia bersumpah tidak membunuh Branjung. Ia hanya menombak seekor harimau karena terancam. Sayangnya, harimau itu ternyata adalah Branjung yang sedang menyamar. Kepada penjaganya yang mengantarnya ke bilik penjara,…
Category: Prosa
Preman Di Ujung Perjalanan
Ia memakai sepatu kets putih kusam. Bagian belakang ditekuk, hingga bisa digunakan seperti terompah saja. Celana jeans-nya butut, robek di lutut. Rambut di sebelah atas telinga dicukur tipis, bagian atas menantang langit, dan yang belakang dibiarkan panjang berkibaran. Telunjuk dan jari tengah tangan kirinya menjepit rokok filter yang sesekali ia hisap dan permainkan asapnya. Sungguh,…
Jalan Perempuan
Ia mengenali perempuan dari cara berjalan. Sesuatu yang ia sendiri sebenarnya sulit untuk menjelaskan. Itu bukan gerakan tunggal, tapi paduan gerak yang utuh sebuah orkestra yang lembut. Seperti tungkai kaki yang memimpin lalu diikuti dengan gemulai oleh paha, pinggul, pinggang, lalu ditutup dengan lengan yang mengayun ringan. Tapi tetap saja itu tak mampu melukiskan dengan…
Dalam Kuyup Gerimis
Cerpen Y Wibisono “AKU tak bisa, Rend. Sungguh. Senin pagi aku harus siap di sana. Atau, aku harus mengulang tahun depan. Kamu tahu kan, aku ..” Suara beningnya terhenti ketika aku memegang bahunya lembut.“Demi aku Na, demi aku.” Matanya menatap lurus padaku, seperti sebuah kilauan sinar yang mencoba mencari sesuatu dalam cerukan.“Aku tawarkan begini. Kamu…