Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Author: wibi

Gerobak Dorong

Posted on July 23, 2010March 7, 2019 by wibi

Hujan tumpah begitu saja. Penjual es dorong menggigil di bawah pohon. Orang-orang berlarian. Beberapa tertawa, beberapa mengumpat. Selekas tumpah, selekas berhenti. Baginya tak ada ada yang perlu dipersalahkan. Hidup tak selalu sesegar es buah, atau selembut gerimis. Ini tentang hidup seukuran gerobak dorong, yang harus habis isinya hari ini. Sederhana, tak segarang elpiji, atau serumit…

Read more

Pelampung

Posted on June 16, 2010March 7, 2019 by wibi

Menyusuri kanal Sungai Baung, lalu disambut anak sungai Musi. Menjadi satu-satunya yang pakai pelampung di speedboat. Terkesan penakut air, tapi peduli amat. Bukankah yang paling bertanggungjawab atas jiwa kita adalah diri kita sendiri?

Read more

Debu

Posted on June 10, 2010March 7, 2019 by wibi

Lewat hujan, alam membasuh wajah kota. Membersihkan debu jalanan, dan debu di hati kita. Besok, debu baru akan bermunculan lagi.

Read more

Mutiara Yang Pergi

Posted on June 5, 2010March 8, 2019 by wibi

/tujuh purnama/semenjak aku berpisah denganmu/tak tahan lagi/sambil berlari kupanggil namamu/ (lembah biru, andi meriem matalatta).Mendung menggantung. Selamat jalan Mutiara Dari Selatan, semoga mendapat tempat terbaik. Kabar itu begitu menyentak. Lalu angin seolah memutar kembali lantunan lembut itu. Selamat beristirahat dengan tenang, teruslah bernyanyi di tempat yang baru.

Read more

Teguhkan Hati, Pak Dahlan

Posted on June 1, 2010March 7, 2019 by wibi

Semoga terbaca oleh Pak Dahlan, atau ada yang meneruskan ke beliau. Teguhkan hati Pak, saya masih percaya dan sangat berharap pada anda. Untuk saat ini, tindakan nyata dan solusi jauh lebih berarti daripada berargumentasi kepada orang-orang yang terlanjur putus asa. Saatnya nanti, tentu hasil yang sudah dicapai akan mudah membuka mata semua pengkritik. Namun, persoalan…

Read more

Purnama Tersangkut

Posted on May 29, 2010March 7, 2019 by wibi

Purnama merambat di lereng bukit. Lalu tersangkut di ujung tower seluler.

Read more

Jejak Hujan

Posted on May 26, 2010March 7, 2019 by wibi

Menyusur trotoar yang basah. Menghitung jejak hujan yang tersisa. Nadi malam baru saja berdenyut .

Read more

Minoritas

Posted on January 7, 2010March 7, 2019 by wibi

Memandangi bendera setengah tiang di depan rumah. Belum ingin menurunkan. Tiba-tiba menyadari bahwa nampaknya ia satu-satunya yang terpasang di komplek perumahan ini. Untuk yang ke sekian kali almarhum mengajarkan sesuatu. Kali ini tentang rasa menjadi minoritas.

Read more

Mengingatmu

Posted on December 23, 2009March 7, 2019 by wibi

Tiba-tiba saja mengingatmu, dalam sebuah kenangan yang asing. Tentang kuncup yang tak jadi dimekarkan. Waktu yang berlalu telah membekukannya dalam ceruk hati. Karenanya dia abadi. Tidak menjelma bunga yang mekar semusim lalu angin menerpanya menjadi kelopak yang berserak. Tetaplah seperti itu, dan ingatan tentangnya biarlah mengisi sisa waktu perjalanan.

Read more

Gerimis Yang Menampar

Posted on December 17, 2009March 7, 2019 by wibi

Gerimis yang membasahi malam, paduan sempurna kesunyian dan kegetiran yang menyayat. Tiba-tiba seperti kerumunan janin sajak menagih jawab. Kapan akan dilahirkan? Ah, bertahun sudah memenjara jiwa dalam kebun yang kering. Gerimis, terima kasih telah menampar.

Read more
  • Previous
  • 1
  • …
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • …
  • 30
  • Next

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme