Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Shaum

Posted on August 9, 2012March 17, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono

Jika batara memuja batari, jika dewa
mengasihi dewi, tidakkah puasa
mencintai puisi?

Puasa selalu membawa lagu untuknya. Lagu
kesiur daun bambu. Mengalun dari masa kanak,
sejauh yang mampu dikenang. Di antara dedaun
rimbun bambu hijau di sudut rumah.

Di puasa masa kanaknya, puisi menetap
di rimbun bambu. Berlimpah ruah, sebab
puisi ada di setiap sebalik batang
yang rimbun, bergelantungan di pucuk-pucuk
daun yang hijau. Malamnya, puisi menjelma
obor-obor di sudut kampung. Juga dalam
dendang gentang meriam bumbung.

Jika puasa mencintai puisi, ia berharap,
akan lahir janin-janin puisi suci. Janin-janin
yang dibesarkan dalam lapar dahaga.

Ketika puasa bercinta dengan puisi, ia yang
tak lagi kanak, akan tengadah pasrah. Dalam
hening kesunyian, malam seribu bulan!

Samarinda, 08-08-12

Category: Puisi

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme