Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Prof. Sipon Muladi. Pertemuan dan kebersamaan beberapa kali membekaskan ingatan tentang seorang senior yang sederhana dan tak berjarak. Kesibukan sebagai Ketua Kopertis Wilayah XI yang pernah dijalani juga tak mengurangi kesetiaan dan kegemaran beliau pada dunia pewayangan. Gagasan-gagasan almarhum tentang technopreneurship semoga terus dapat memberikan manfaat pada generasi…
Author: wibi
Gadis Gadget
Kubayangkan 20 tahun lalu, seseorang seperti dia duduk persis di situ. Tentu akan duduk anggun, sesekali mengibaskan rambut, dan mungkin tersenyum ramah ke orang di sekitarnya. Kini, sejak tadi ia memandang ke layar gadgetnya. Tersenyum dan kadang juga cekikikan dengan pandangan tak lepas dari gadgetnya, sembari tangannya terus menyentuh layar kapasitif itu di sana-sini. Lalu…
Dirgahayu TNI
An army marches on its stomach (Napoleon Bonaparte, 1769-1821). Jendral Perancis yang tersohor ini, ratusan tahun lalu telah sangat memahami pentingnya logistik bagi tentara, dan itu salah satu kunci dari kesuksesan dalam karir militernya. Filosofi Napoleon soal logistik ini tak hanya diikuti oleh kalangan militer negara lain. Dunia bisnis juga menganggap sangat penting dan muncullah terminologi…
Akik dan Rindu Hujan
Lelah, lalu insomnia. Berangkat dari rumah subuh, untuk sebuah meeting di camp. Ada beberapa alternatif jalur, masing-masing dengan konsekuensi berbeda. Kami sepakat memilih jalan yang paling tak mengguncang badan, dengan resiko jarak tempuh lebih panjang. Tak tanggung, jalur ini memaksa dua kali harus menyeberangi sungai Mahakam menggunakan feri tradisional. Jalur yang agak aneh. Kami ada…
Saridin – Ikan Dalam Kelapa
Pendhapa kasunanan hening. Sang Jafar Shadiq duduk tegap di hadapan para santri yang tumungkul dengan takzim. Termasuk seorang santri baru berwajah kumal yang duduk membungkuk dalam.“Katakan sekali lagi, Saridin. Benarkah bahwa di setiap air ada ikannya?”Santri baru itu membungkuk makin dalam. Nampak sekali ia ketakutan. Lalu terdengar suaranya yang terbata dan pelan, tapi tetap jelas…
Biarkan Dongeng Tetap Ada
Pelan tapi pasti, dongeng menghilang dari rumah kita. Mungkin itu sebabnya kini kehidupan kita semakin kering. Buat apa kita mendongeng untuk anak, jika televisi dan gadget mampu melakukannya lebih baik dari kita?Biarlah, saya tetap saja menggemari dongeng. Dulu, dari tanah Arab, muncul dua tokoh yang sangat populer. Abu Nawas dan Nashrudin Hoja. Menurut berbagai sumber,…
Epitaf Sawah
Puisi Y. Wibisono Di ujung musim yang basah, lelaki itu berpesan: “Kelak, baringkan jasadku di pinggir pematang. Biarkan udara menjamah, agar lebur bersama air dan tanah.” Sebuah sawah telah terhampar di dadanya. Berpagar bukit hijau dan dangau beratap ilalang. Dikenangnya cintanya yang diam-diam pada rimbun jagung segar keemasan yang ia puja seperti anak gadis Eropa….
Yang Tertinggal di Carita
Puisi Y. Wibisono Kepada pasir, tempat telunjukmu menggores, ia bisikkan: “Pandangi lekat-lekat paras bidadari itu sebab kelak mungkin ia akan kembali ke sini. Jika kau takut tak mengenali, ingat saja ia bersuara lucu.” Ada yang tertinggal di pantai Carita. Angin malam dan debur ombak. Juga sebentuk wajah pualam yang bersinar. Langit dan laut tak lagi…
Cap Go Meh
Puisi Y. Wibisono Masih tersisa tingkah 12 naga siang tadi. Terperangkap dalam merah gemerlap lampion. Seorang ibu tua bersimpuh di sudut Kwan Tie Bio. Hatinya tersenyum rekah, jiwanya pasrah. Seperti liuk asap hio yang lembut melayang ke langit kelenteng. Telah berpuluh kali ia melewati imlek di sini. Bersama keriuhan dari tahun ke tahun. Menunggu tatung…
Luruh
Puisi Y. Wibisono Ia temukan dirinya berdiri di lereng bukit, di sisa sepertiga malam yang hening. Ada hasrat sederhana yang terus membuncah dalam dadanya. Bukan kerinduan pada benderang langit di atas Masjidil Haram. Bukan. Tapi ini tentang sebuah surau kecil. Dindingnya basah. Dihijaukan lumut yang hidup subur dari percik air padasan. Tak ada gempita cahaya….