Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Author: wibi

Selamat Jalan Prof. Sipon

Posted on October 11, 2015March 7, 2019 by wibi

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Prof. Sipon Muladi. Pertemuan dan kebersamaan beberapa kali membekaskan ingatan tentang seorang senior yang sederhana dan tak berjarak. Kesibukan sebagai Ketua Kopertis Wilayah XI yang pernah dijalani juga tak mengurangi kesetiaan dan kegemaran beliau pada dunia pewayangan. Gagasan-gagasan almarhum tentang technopreneurship semoga terus dapat memberikan manfaat pada generasi…

Read more

Gadis Gadget

Posted on October 9, 2015March 7, 2019 by wibi

Kubayangkan 20 tahun lalu, seseorang seperti dia duduk persis di situ. Tentu akan duduk anggun, sesekali mengibaskan rambut, dan mungkin tersenyum ramah ke orang di sekitarnya. Kini, sejak tadi ia memandang ke layar gadgetnya. Tersenyum dan kadang juga cekikikan dengan pandangan tak lepas dari gadgetnya, sembari tangannya terus menyentuh layar kapasitif itu di sana-sini. Lalu…

Read more

Dirgahayu TNI

Posted on October 5, 2015March 7, 2019 by wibi

An army marches on its stomach (Napoleon Bonaparte, 1769-1821). Jendral Perancis yang tersohor ini, ratusan tahun lalu telah sangat memahami pentingnya logistik bagi tentara, dan itu salah satu kunci dari kesuksesan dalam karir militernya. Filosofi Napoleon soal logistik ini tak hanya diikuti oleh kalangan militer negara lain. Dunia bisnis juga menganggap sangat penting dan muncullah terminologi…

Read more

Akik dan Rindu Hujan

Posted on September 23, 2015March 7, 2019 by wibi

Lelah, lalu insomnia. Berangkat dari rumah subuh, untuk sebuah meeting di camp. Ada beberapa alternatif jalur, masing-masing dengan konsekuensi berbeda. Kami sepakat memilih jalan yang paling tak mengguncang badan, dengan resiko jarak tempuh lebih panjang. Tak tanggung, jalur ini memaksa dua kali harus menyeberangi sungai Mahakam menggunakan feri tradisional. Jalur yang agak aneh. Kami ada…

Read more

Saridin – Ikan Dalam Kelapa

Posted on September 9, 2015March 8, 2019 by wibi

Pendhapa kasunanan hening. Sang Jafar Shadiq duduk tegap di hadapan para santri yang tumungkul dengan takzim. Termasuk seorang santri baru berwajah kumal yang duduk membungkuk dalam.“Katakan sekali lagi, Saridin. Benarkah bahwa di setiap air ada ikannya?”Santri baru itu membungkuk makin dalam. Nampak sekali ia ketakutan. Lalu terdengar suaranya yang terbata dan pelan, tapi tetap jelas…

Read more

Biarkan Dongeng Tetap Ada

Posted on September 8, 2015March 8, 2019 by wibi

Pelan tapi pasti, dongeng menghilang dari rumah kita. Mungkin itu sebabnya kini kehidupan kita semakin kering. Buat apa kita mendongeng untuk anak, jika televisi dan gadget mampu melakukannya lebih baik dari kita?Biarlah, saya tetap saja menggemari dongeng. Dulu, dari tanah Arab, muncul dua tokoh yang sangat populer. Abu Nawas dan Nashrudin Hoja. Menurut berbagai sumber,…

Read more

Epitaf Sawah

Posted on March 27, 2015March 19, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono Di ujung musim yang basah, lelaki itu berpesan: “Kelak, baringkan jasadku di pinggir pematang. Biarkan udara menjamah, agar lebur bersama air dan tanah.” Sebuah sawah telah terhampar di dadanya. Berpagar bukit hijau dan dangau beratap ilalang. Dikenangnya cintanya yang diam-diam pada rimbun jagung segar keemasan yang ia puja seperti anak gadis Eropa….

Read more

Yang Tertinggal di Carita

Posted on March 27, 2015March 19, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono Kepada pasir, tempat telunjukmu menggores, ia bisikkan: “Pandangi lekat-lekat paras bidadari itu sebab kelak mungkin ia akan kembali ke sini. Jika kau takut tak mengenali, ingat saja ia bersuara lucu.” Ada yang tertinggal di pantai Carita. Angin malam dan debur ombak. Juga sebentuk wajah pualam yang bersinar. Langit dan laut tak lagi…

Read more

Cap Go Meh

Posted on March 4, 2015March 19, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono Masih tersisa tingkah 12 naga siang tadi. Terperangkap dalam merah gemerlap lampion. Seorang ibu tua bersimpuh di sudut Kwan Tie Bio. Hatinya tersenyum rekah, jiwanya pasrah. Seperti liuk asap hio yang lembut melayang ke langit kelenteng. Telah berpuluh kali ia melewati imlek di sini. Bersama keriuhan dari tahun ke tahun. Menunggu tatung…

Read more

Luruh

Posted on April 2, 2014March 19, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono Ia temukan dirinya berdiri di lereng bukit, di sisa sepertiga malam yang hening. Ada hasrat sederhana yang terus membuncah dalam dadanya. Bukan kerinduan pada benderang langit di atas Masjidil Haram. Bukan. Tapi ini tentang sebuah surau kecil. Dindingnya basah. Dihijaukan lumut yang hidup subur dari percik air padasan. Tak ada gempita cahaya….

Read more
  • Previous
  • 1
  • …
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • …
  • 30
  • Next

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme