Dalam bingkai jendela ruang sore ini, kulihat awan-awan bergerak. Beberapa bergerak lebih cepat, sebagian perlahan, ada pula yang begitu lambat hingga nyaris diam serupa bercak putih dalam kanvas lukisan. Seperti kehidupan, semua bergerak. Lekas atau pelan. Tunas-tunas bertumbuh, menjelma pohon lalu bergerak menua dan rapuh. Gedung-gedung kokoh pun turut bergerak, perlahan melapuk. Seperti perjalanan kita…
Author: wibi
Merawat Bahasa Sendiri
Iki cara kinurmat kanggo mateni coro.(Ini cara terhormat untuk membunuh kecoak) Anakku sing nomer loro lagi lara weteng.(Anakku yang nomor dua sedang sakit perut) Tak hanya bahasa Indonesia yang sedang mengalami cobaan serius dengan serbuan bahasa gaul alay yang semakin tidak jelas. Bahasa Jawa juga mengalami cobaan yang tak ringan. Boleh jadi bahasa daerah lain…
Mari Tertawa
Jika satu waktu nanti hari-hari kita menjadi begitu kering dan hambar, cobalah mengadu ke MKD. Tentang apa saja. Barangkali, dalam beberapa hari kita akan disuguhi hiburan lucu dan menggemaskan. Tapi soal menikmati hiburan yang penuh tawa ini, ternyata Presiden lebih cerdik dari yang saya duga. Di saat MKD mendekati klimaks, yang artinya bisa tidak lucu…
Sebut Saja Pelacur
Sepatu tetap bernama sepatu entah berharga murah atau mahal. Sebuah tas tetaplah kita sebut tas meski berharga puluhan ribu atau berlabel Hermes yang harganya ratusan juta. Sebuah motor tetaplah motor tak peduli ia seharga belasan juta atau seharga mobil SUV premium. Karenanya, seorang pelacur tetaplah bernama pelacur meski ia berharga puluhan juta atau ratusan juta….
Sudahlah, Cukup
Pagi ini lebam dan senyap. Udara dan tanah basah. Tiada angin, pepohonan berjajar kaku serupa hiasan plastik. Burung-burung bergerombol dalam dingin. Gencar membawa kabar. Tentang Tyas Mirasih, Nikita Mirzani, dan Putty Revita atau entah siapa namanya itu. Berita tentang mereka penuh aroma basah. Seolah melengkapi lelucon kering dari para yang mulia di gedung terhormat.Sudahlah, cukup….
Kebenaran Tak Cukup Berhenti Pada Lingkar Pribadi
Pria itu mengendarai mobil bersama istri dan anak-anaknya. Hari cerah. Setelah seminggu dihajar pekerjaan, ia ingin bersantai bersama keluarga. Ia sedang di jalan kota menuju ke arah luar kota. Di jalan itu, kecepatan tertinggi yang diperbolehkan adalah 60 km/jam. ia ingin aman dan nyaman, karenanya ia berkendara 30 km/jam. Ia mengambil posisi yang aman, tidak…
Gemas
Satu waktu, entah tahun kapan itu, saya menonton atlet putra nasional bulutangkis berlaga di tivi. Waktu itu anak saya baru dua dan masih kecil. Atlet itu, yang tidak usah saya sebut namanya, memang nampak kurang bergairah. Malas mengejar bola, dan klemak-klemek. Tentu, itu hanya pandangan subjektif saya. Boleh jadi memang ia sedang menjalankan strategi khusus….
Eksotisnya Marin
Setiap kali Carolina Marin mendapat poin, selalu terdengar suara perempuan berteriak keras. Waao, waaao! Lengkingan yang cempreng namun penuh semangat. Sekilas saya mendengarnya seperti burung gagak yang terjepit. Suara itu terus terdengar setiap kali Marin mendapatkan poin. Lama sekali saya mencoba mencari-cari asal suara itu. Tak mungkin dari petugas pertandingan. Tim ofisial nampaknya tidak juga….
Doa Untuk Samarinda Itu Mudah
Tanggung jawab pekerjaan membawa ke sini, ke daerah yang tak melaksanakan Pilkada tapi kebagian jatah libur juga. Sementara di kampung sendiri, Samarinda, melaksanakan hajatan memilih walikota. Akhirnya mengirim saja doa, semoga Samarinda mendapatkan pemimpin yang terbaik. Sebenarnya tak terlalu sulit memanjatkan harapan untuk Samarinda. Semoga tidak sering banjir, tidak macet, jalan-jalan lebih mulus, lebih bersih,…
Cantiknya Berlipat
Di siaran Dubai Superseries di layar televisi, saya menyaksikan Ratchanok Intanon bertanding melawan Sung Ji Hyun. Intanon mengalahkan Ji Hyun rubber set dengan skor ketat. Ia kehilangan set pertama, dan mengambil dua set sisanya. Namun bukan pertandingannya, atau gaya mainnya yang mencuri perhatian saya. Saya terpesona di bagian akhirnya. Saat pukulan terakhir Ji Hyun melebar…