Cantiknya Berlipat

      Comments Off on Cantiknya Berlipat

Di siaran Dubai Superseries di layar televisi, saya menyaksikan Ratchanok Intanon bertanding melawan Sung Ji Hyun. Intanon mengalahkan Ji Hyun rubber set dengan skor ketat. Ia kehilangan set pertama, dan mengambil dua set sisanya. Namun bukan pertandingannya, atau gaya mainnya yang mencuri perhatian saya. Saya terpesona di bagian akhirnya. Saat pukulan terakhir Ji Hyun melebar ke sebelah kiri, seperti umumnya pemain yang menang Intanon mengepalkan tangan kirinya ke udara lalu bergegas menyalami Ji Hyun dan umpire. Setelah itu ia melakukan sesuatu yang membuat saya tak berkedip menatapnya. Ia merangkapkan tangan di depan dada, lalu membungkuk dengan sangat natural -sopan dan lembut- ke arah umpire, hakim garis, serta ofisial baik di kubunya maupun kubu lawan.

Ia muda -baru 20 tahun-, penuh prestasi, cantik, dengan etika Asia yang kuat. Saat ia memberi hormat dengan santun dan alami, saya melihat kecantikannya berlipat.

Sementara itu, mari kita lihat remaja putri kita. Masih berapa yang tersisa, yang masih paham dengan baik cara memberi hormat kepada orang yang lebih tua?