Pria itu mengendarai mobil bersama istri dan anak-anaknya. Hari cerah. Setelah seminggu dihajar pekerjaan, ia ingin bersantai bersama keluarga. Ia sedang di jalan kota menuju ke arah luar kota. Di jalan itu, kecepatan tertinggi yang diperbolehkan adalah 60 km/jam. ia ingin aman dan nyaman, karenanya ia berkendara 30 km/jam. Ia mengambil posisi yang aman, tidak…
Category: Tulisan Bebas
Gemas
Satu waktu, entah tahun kapan itu, saya menonton atlet putra nasional bulutangkis berlaga di tivi. Waktu itu anak saya baru dua dan masih kecil. Atlet itu, yang tidak usah saya sebut namanya, memang nampak kurang bergairah. Malas mengejar bola, dan klemak-klemek. Tentu, itu hanya pandangan subjektif saya. Boleh jadi memang ia sedang menjalankan strategi khusus….
Eksotisnya Marin
Setiap kali Carolina Marin mendapat poin, selalu terdengar suara perempuan berteriak keras. Waao, waaao! Lengkingan yang cempreng namun penuh semangat. Sekilas saya mendengarnya seperti burung gagak yang terjepit. Suara itu terus terdengar setiap kali Marin mendapatkan poin. Lama sekali saya mencoba mencari-cari asal suara itu. Tak mungkin dari petugas pertandingan. Tim ofisial nampaknya tidak juga….
Doa Untuk Samarinda Itu Mudah
Tanggung jawab pekerjaan membawa ke sini, ke daerah yang tak melaksanakan Pilkada tapi kebagian jatah libur juga. Sementara di kampung sendiri, Samarinda, melaksanakan hajatan memilih walikota. Akhirnya mengirim saja doa, semoga Samarinda mendapatkan pemimpin yang terbaik. Sebenarnya tak terlalu sulit memanjatkan harapan untuk Samarinda. Semoga tidak sering banjir, tidak macet, jalan-jalan lebih mulus, lebih bersih,…
Cantiknya Berlipat
Di siaran Dubai Superseries di layar televisi, saya menyaksikan Ratchanok Intanon bertanding melawan Sung Ji Hyun. Intanon mengalahkan Ji Hyun rubber set dengan skor ketat. Ia kehilangan set pertama, dan mengambil dua set sisanya. Namun bukan pertandingannya, atau gaya mainnya yang mencuri perhatian saya. Saya terpesona di bagian akhirnya. Saat pukulan terakhir Ji Hyun melebar…
Dalam Sepotong Ayam Bakar
Hari ini dua anak cowok UKT Taekwondo di kampus Polnes. Bayu ujian pagi, tapi Mas Bram giliran siang. Sambil menunggunya, kami bersepakat menikmati kuliner di Loa Janan. Melintasi Sumalindo, saya terkenang 14 tahun tumbuh dan belajar di dalamnya. Juga beberapa tempat makan siang dulu. Tentang rumah makan Sumber Baru, juga almarhum Toni pemilik warung sop…
Bekali Dari Rumah
Sidang MKD, rekaman, serta pernyataan di TV dari beberapa orang yang masih juga melakukan pembelaan, membantu kita untuk lebih meyakini betapa joroknya situasi ketika politikus busuk bersatu dengan pengusaha rakus. Mereka serupa hama yang akan terus mengganggu kehidupan. Selama populasi mereka masih ada dan bahkan dominan, maka cita-cita untuk menjadi bangsa yang bermartabat masih akan…
Anggap Saja Mereka Lucu
Politik rupanya menghadirkan pula penyakit kronis, penyakit menahun. Salah besar ketika saya mengira bahwa tingkat rasionalitas pendukung politik akan serupa dengan pendukung fanatik sepakbola. Fanatisme pendukung sepakbola dalam lingkup pergaulan saya memang menggebu-nggebu, sering tidak realistis juga, namun mudah sekali diselesaikan di warung kopi dalam suasana canda. Pendukung fanatik sepakbola juga sering kritis terhadap klub…
International People’s Tribunal
Minggu ini, tepatnya tanggal 10-13 November 2015, digelar IPT (International People’s Tribunal) di Den Haag, untuk tragedi tahun 1965. Sejauh ini saya pahami, ini bukanlah sidang untuk memberi vonis hukuman. Ini adalah upaya untuk menguak kebenaran. Agar bangsa kita dapat melangkah dengan sejarah yang terang dan bersih. Fakta sejarah, semuram apapun, tak bisa diperlakukan serupa…
Selamat Jalan Kawan
Saya baru menyelesaikan satu partai di GOR Gapensi ketika sebuah pesan BBM masuk. Dari kawan saya Pak Aulia Muttaqin. Tentu hal penting, sebab kami tak sering-sering sekali komunikasi. Ternyata kabar duka. Kawan kami, OmĀ Inu FaizalĀ telah berpulang pagi ini. Sejenak sayapun terduduk lemas. Almarhum tak hanya teman biasa. Ia pernah satu kantor, bahkan satu tim dengan…