Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Category: Puisi

Akupun Mengirim Tangis

Posted on February 8, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono (1) seperti laron riuh berhambur mengejar sesorot cahaya seperti laron riuh berkejaran ketika hujan temaram tapi, itu sesaat esok laron-laron akan luruh lalu mati, diam lalu musim hujan depan laron-laron akan berhambur lagi :laron-laron yang beda! (2) setiap kematian barangkali memang untuk ditangisi bahkan ketika kita tak punya lagi sisa airmata juga…

Read more

Opera Sepertiga Malam

Posted on July 3, 2005February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono lelaki yang menghela nafas panjang bahkan sejak malam masih berwarna senja “kau hanya mencintai rasa cintamu untukku dan itu sama sekali bukan tentang aku itu rasa, bukan aku! dan hanya untuk rasa itulah kau perlu aku ada di sini” lelaki itu tak melirik, diambilnya sebatang kretek dan sejenak kemudian dia telah tenggelam…

Read more

Simpang Empat Air Putih

Posted on June 14, 2005February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono ada yang tertegun di sudut simpang termangu di bawah temaram lampu jalan waktu telah mencuri darinya seorang lelaki yang ketinggalan taksi bang udin, juragan ikan bakar itu telah pula berambut dua warna seperti warna kehidupan yang telah direguk di antara aroma asap patin bakar dan peluh para sopir bertelanjang dada dan dulu,…

Read more

Sketsa Duka

Posted on June 8, 2005February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono duka itu adalah malam-malam yang kering dengan kegetiran yang mengiris ditiupkan dari langit dan awan hitam yang berarak tanpa arah duka itu adalah seorang pria yang memunguti serpihan masa kecil seperti pengembara yang menghitung dedaun kering yang dihamburkan angin dari musim yang asing sepanjang samarinda-sepinggan hanyalah noktah-noktah kegelapan dan goresan kelam pada…

Read more

Perempuan Jembatan

Posted on December 23, 2004February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono dia selalu mencium bau hyena pada setiap aroma tubuh lelaki maka selalu ditutupnyalah segala hal yang indah ketika makhluk itu ada di sekitarnya dengan dengkingan-dengkingan yang memuakkan juga mengirim kengerian ketika malam tak selalu ramah maka mimpinya adalah memanah seekor hyena lalu mengirisnya tipis-tipis memanggangnya dengan nyala dendam dan menjajakannya di tepian…

Read more

Cendawan Jingga Di Puncak Merapi

Posted on October 26, 2004February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono pertemuan kita, Shella seperti sebaris rumput kering yang tersaput embun lalu memudar ketika mentari menampakkan sinar berceritalah tentang apa saja apapun itu adalah tak penting untukku sebab aku terlalu sibuk menghitung setiap ruas bulu matamu juga sebentuk bibirmu yang kulukiskan bagai bilahan rona mawar di taman yang basah dan jalan terjal berbatu…

Read more

Di Sini, Surga Itu Bernama Mahakam

Posted on September 1, 2004February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono ombak pecah beriak bermain lemparan wajah rembulan terayun dipantul bagai kanak berebut perahu kecil bermain meniti buih berpacu ketinting riang menderak malam kapal pedagang tak tergoyah ombak bersenandung hening penjelajah sungai ponton batubara merayap serupa bukit berjalan lampu-lampu terhampar bagai kunang-kunang menggoda malam bagai kerling si jelita berkerlip di atmosfir beraroma jingga…

Read more

Perjalanan 1

Posted on July 7, 2004February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono samarinda – teluk dalam – sebulu berjam-jam kami mengeja debu matahari telah mengupas atap kendaraan juga menggosongkan kepala para pekerja kayu :ini khatulistiwa yang sebenarnya! lalu kamipun mentertawakan semak-semak di sisi jalan berdahan dan berdaun debu musim yang gelisah, segelisah hati para transmigran mengganti lembu dengan truk-truk kayu mengganti lumbung padi dengan…

Read more

Kota Ini Menyukaimu

Posted on June 11, 2004February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono (untuk gadis D, pengganti souvenir yang tak sempat kukirim) (1) sebatang sungai berkelok di antara hati yang meragu dan di muaranya aku masih saja memilin pintalan cerita dengan akhir yang selalu ambigu barangkali masih ingin kuceritakan lebih lengkap lagi tentang bisikan daun-daun gmelina dan keluh kesahnya tentang hujan yang tak mampu didekapnya…

Read more

Perjalanan 3

Posted on June 9, 2004February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono akupun berkemas melipat senyum di dalam koper :selamat berjumpa kembali dengan debu perpisahan ini tak akan dikenang seperti daun yang jatuh ditiup angin seekor tupai dan ranting akasia meringkuk ditelan sepi seperti keringnya mimpi kami tentang warna-warna emas bulir padi dan sekawan pipit yang bernyanyi tentang panen dan orang-orangan sawah kembali kami…

Read more
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • Next

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme