Category: Puisi

Akupun Mengirim Tangis

      Comments Off on Akupun Mengirim Tangis

Karya: Y. Wibisono (1) seperti laron riuh berhambur mengejar sesorot cahaya seperti laron riuh berkejaran ketika hujan temaram tapi, itu sesaat esok laron-laron akan luruh lalu mati, diam lalu musim… Read more »

Opera Sepertiga Malam

      Comments Off on Opera Sepertiga Malam

Karya: Y. Wibisono lelaki yang menghela nafas panjang bahkan sejak malam masih berwarna senja “kau hanya mencintai rasa cintamu untukku dan itu sama sekali bukan tentang aku itu rasa, bukan… Read more »

Simpang Empat Air Putih

      Comments Off on Simpang Empat Air Putih

Karya: Y. Wibisono ada yang tertegun di sudut simpang termangu di bawah temaram lampu jalan waktu telah mencuri darinya seorang lelaki yang ketinggalan taksi bang udin, juragan ikan bakar itu… Read more »

Sketsa Duka

      Comments Off on Sketsa Duka

Karya: Y. Wibisono duka itu adalah malam-malam yang kering dengan kegetiran yang mengiris ditiupkan dari langit dan awan hitam yang berarak tanpa arah duka itu adalah seorang pria yang memunguti… Read more »

Perempuan Jembatan

      Comments Off on Perempuan Jembatan

Karya: Y. Wibisono dia selalu mencium bau hyena pada setiap aroma tubuh lelaki maka selalu ditutupnyalah segala hal yang indah ketika makhluk itu ada di sekitarnya dengan dengkingan-dengkingan yang memuakkan… Read more »

Cendawan Jingga Di Puncak Merapi

      Comments Off on Cendawan Jingga Di Puncak Merapi

Karya: Y. Wibisono pertemuan kita, Shella seperti sebaris rumput kering yang tersaput embun lalu memudar ketika mentari menampakkan sinar berceritalah tentang apa saja apapun itu adalah tak penting untukku sebab… Read more »

Di Sini, Surga Itu Bernama Mahakam

      Comments Off on Di Sini, Surga Itu Bernama Mahakam

Karya: Y. Wibisono ombak pecah beriak bermain lemparan wajah rembulan terayun dipantul bagai kanak berebut perahu kecil bermain meniti buih berpacu ketinting riang menderak malam kapal pedagang tak tergoyah ombak… Read more »

Perjalanan 1

      Comments Off on Perjalanan 1

Karya: Y. Wibisono samarinda – teluk dalam – sebulu berjam-jam kami mengeja debu matahari telah mengupas atap kendaraan juga menggosongkan kepala para pekerja kayu :ini khatulistiwa yang sebenarnya! lalu kamipun… Read more »

Kota Ini Menyukaimu

      Comments Off on Kota Ini Menyukaimu

Karya: Y. Wibisono (untuk gadis D, pengganti souvenir yang tak sempat kukirim) (1) sebatang sungai berkelok di antara hati yang meragu dan di muaranya aku masih saja memilin pintalan cerita… Read more »

Perjalanan 3

      Comments Off on Perjalanan 3

Karya: Y. Wibisono akupun berkemas melipat senyum di dalam koper :selamat berjumpa kembali dengan debu perpisahan ini tak akan dikenang seperti daun yang jatuh ditiup angin seekor tupai dan ranting… Read more »