Category: Puisi

Perjalanan 2

      Comments Off on Perjalanan 2

Karya: Y. Wibisono mahoni tua itu ternyata masih mengenaliku dan segera saja kami akrab berkelakar tentang lelaki yang hatinya gersang seperti tebing-tebing kapur dengan garis hitam melintang di kejauhan lalu… Read more »

Kota Ini Sakit Jiwa

      Comments Off on Kota Ini Sakit Jiwa

Karya: Y. Wibisono seorang gadis telah berpisah dengan air mata dilipatnya selaput dara lalu bergegas ke pasar lelang seorang lagi ketawa sendiri di depan cermin bermimpi kawin dengan matahari di… Read more »

Sebuah Pesan

      Comments Off on Sebuah Pesan

Karya: Y. Wibisono [untuk Bramantyo Wibisono] pagi ini kau kejutkan kami semua kau berdiri! meski tanganmu masih lekat di meja tak lagi kau merayap, merangkak dan berguling mengelilingi dunia tumbuhmu… Read more »

Sebuah Rindu

      Comments Off on Sebuah Rindu

Karya: Y. Wibisono [untuk gadis T yang akan berhari jadi] angin dan kabut tiba-tiba menjelmakan bayangmu di kaca jendela dengan gaun yang meniupkan seribu kenangan aku menggigil, melayang dan lesap… Read more »

Rindunya Hitam

      Comments Off on Rindunya Hitam

Karya: Y. Wibisono baginya, rindu itu sudah begitu menggelora dipintalnya dengan airmata, dibungkusnya dengan kasih dan dihantarkannya padamu dengan malu, kelak tapi disadarinya rindunya rindu hitam mengucap namamupun dia tak… Read more »

Mimpiku Di Bumi Etam

      Comments Off on Mimpiku Di Bumi Etam

Karya: Y. Wibisono mimpiku di bumi etam adalah pertiwi yang bernanah darah menetes dari gaunnya yang terkoyak tercabik-cabik ranting kering yang menyisakan luka hitam dan airmata tak bersisa mimpiku di… Read more »

Rindu Perempuanku

      Comments Off on Rindu Perempuanku

Karya: Y. Wibisono (sajak untuk Tatik) Subuh ini aku telanjang terkapar sepi, terasing rasa. Gerimis dingin berlomba menampar, menyeret. Lalu menggantung sangkut anganku di paku tiang jemuran. Maka, perempuanku. Sebenarnya… Read more »

Ini Aku, Anakmu

      Comments Off on Ini Aku, Anakmu

Karya: Y. Wibisono jiwa ini adalah rajutan kalian, aduhai merangkai do’a di sudut malam menitip sembah bakti pada sang angin (Samarinda, 1998)

Kini Kutahu

      Comments Off on Kini Kutahu

Karya: Y. Wibisono pernah kuingin menentang matahari dan sentuhkan telunjukku agar dia padam pernah juga hendak kupanggil rembulan kubelai sinarnya agar tak redup pernah hendak kuratakan pegunungan dan mengubur rapat… Read more »

Kontradiksi, Aku-Han

      Comments Off on Kontradiksi, Aku-Han

Karya: Y. Wibisono kita ngobrol di sudut café itu berseberangan meja aku, dengan segenap lelahku menarikmu dalam perbincangan yang kaku marilah, Han kita ukur dalamnya rentang ini engkau di utara… Read more »