Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Category: Puisi

Ega

Posted on August 11, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Dengan seolah bersungguh, pria itu berbisik kepadamu: “Telah aku taruh sepotong sajak, di salah satu sudut meja. Pada bagian yang paling rahasia. Adakah kau temukan?” Kau boleh tersipu, tapi tak perlu takut. Ia hanya pria, Ga. Seorang pria, yang bersenandung tentang hasrat purba. Ia membayangkan, dalam kilau cahaya, dan alun melodi bossas,…

Read more

Lelaki dan Rembulan [3]

Posted on August 9, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Lelaki yang tersungkur bersimbah darah itu mengaku telah mencabik wajah dan hampir seluruh tubuhnya. Ia telah bersalah dan memohon kekasihnya untuk menghukum. Ia telah berselingkuh dengan rembulan. Kekasihnya tak memaafkan, tak menghukum, dan hanya memberi pilihan :dirinya atau rembulan. Lelaki itu menghukum diri atas kesalahannya, tapi untuk pilihan itu ia putuskan untuk…

Read more

Lelaki dan Rembulan [2]

Posted on August 8, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Lelaki itu terus memohon kepada Tuhan, agar kiranya sudi mengubah dirinya menjadi kanak lagi. Ia sudah membayangkan sebuah tempat, sebuah padang rumput dengan sedikit semak di tengahnya. Ia ingin di suatu malam, bertelanjang dada tanpa sepatu mengendap dalam semak itu. Sekedar ingin tahu siapakah raksasa yang selalu memangsa rembulan itu. Menyisakan irisan…

Read more

Lelaki dan Rembulan [1]

Posted on August 8, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Lelaki itu sangat ingin memanah rembulan. Tepat di tengahnya. Darah yang memancar ia harapkan akan membuat seluruh malam berwarna merah. Ia tak suka malam yang pucat! Karena bidikannya selalu meleset, dan setelah bertimbang segala sesuatunya, maka malam itu ia putuskan untuk memanah jantungnya sendiri. Samarinda, 8 Agustus 2006

Read more

Partitur Setengah Jadi

Posted on August 3, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Ia yang mengaku bernama malam, mendatangiku di satu waktu. Entah kapan itu. Tanpa senyum, tanpa salam. Aku tak terganggu. “Apakah pesananku sudah jadi?” Benar, ialah yang telah memesan lagu padaku. Pesanan yang telah menghabiskan hampir seluruh waktuku. “Belum, komposisinya tak mudah. Kau terlalu banyak meminta nada minor.” “Ah, kau pasti bisa. Selesaikanlah….

Read more

Sebab Kami Hanyalah Angka Bagimu

Posted on July 31, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Ini hanya tentang sejumlah tubuh, biru dan lebam. Tersangkut batu, pasir, ranting dan sampah. Beberapa merintih. Beberapa diam, selamanya. Jerit itu bermula dari ujung banda. Lalu menggema di selatan Jawa. Dan selekas kau terhenyak, selekas pula kau lupa. Bisakah kau rasa, beda airmata dan darah? Tubuh membusuk dan luka bernanah? Di Aceh,…

Read more

Jembatan Tua

Posted on July 21, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono Warung tua, pemilik tua, dan jembatan tua. Sudah berapa lembarkah ditulis, untuk hari-hari yang lewat? Pada bangku ulin dan tiang-tiang renta? Warung tua, pemilik tua, dan jembatan tua. Barangkali ada juga cinta. Cinta sederhana. Cinta perempuan tua pada jembatan tua. Samarinda, 21 Juli 2006

Read more

Lagu Untuk Dia

Posted on April 16, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono kutulis lagu ini, dik, untukmu tetap dengan cinta yang memar terkuyup waktu gubahanku, dik, tetap saja tak merdu. dengan melodi sumbang dan lirik pilu seperti dulu. seseorang berkalung gitar bersenandung di bawah jendela kamarmu ini bukan jamannya lagi, katamu siapa peduli? aku akan terus menyapa di ujung malam-malammu seorang pengelana melempar rindu…

Read more

Pelukis Semesta

Posted on April 12, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono (1) matahari itu, jika ia kau lukis seperti buah kelapa maka cukuplah sebuah noktah untuk bumi lalu, seperti apa akan kau lukis dirimu? jika kanvasmu adalah semesta matahari itu akan kau lukis dengan sebuah noktah dan bumipun tak lagi mampu kau lukis masihkah ingin kaulukis dirimu? duduklah di sini, lalu kita berenung…

Read more

Catatan Kisah Usang

Posted on February 9, 2006February 27, 2019 by wibi

Karya: Y. Wibisono kunamai kau camar sebab di matamu kutemukan laut kulayari hari-hari seperti pelaut mabuk menelusurimu pada pantai yang menyisakan kenang cintaku, cinta pelayar sesat dalam perjalanan tanpa peta dan mimpi sekejap, matamu adalah savanna lalu aku memilih menjadi karnivora terliar yang mengajarkanmu tarian purba seperti tarian satwa di padang botswana dan di ujungnya,…

Read more
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • Next

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme