Pelukis Semesta

      Comments Off on Pelukis Semesta

Karya: Y. Wibisono

(1)
matahari itu, jika ia kau lukis seperti buah kelapa
maka cukuplah sebuah noktah untuk bumi
lalu, seperti apa akan kau lukis dirimu?

jika kanvasmu adalah semesta
matahari itu akan kau lukis dengan sebuah noktah
dan bumipun tak lagi mampu kau lukis
masihkah ingin kaulukis dirimu?

duduklah di sini, lalu kita berenung
adakah ruang lagi, ketika semesta
hanya sebuah titik?

(2)
oh ya, benarkah kau telah
melukis matahari? dengan parasnya
yang asli?

mungkin bukan!

ia yang kau lukis selepas fajar
adalah matahari bertopeng bedak
seperti perempuan banjar
yang melapis wajahnya dengan pupur dingin
beranjak dari peraduan
kau tak mengenalinya bukan?

ia yang bernama matahari di lukisan senjamu
adalah seseorang yang hendak pergi,
melambaikan tangan di ujung jalan
kau sulit mengenalinya bukan?

wajah matahari itu, lukislah ia
ketika tepat di atas kepalamu!

(3)
maukah kau melukis sebuah kereta untukku?
tak perlu mewah. tapi buatlah ia mampu
meluncur di antara bintang

lalu kita berdua buktikan
adakah sebuah taman teduh
di antara gugusan-gugusan yang
meremang di ujung langit itu?

ah, barangkali usia kita terbatas
kita akan meninggal bahkan ketika
kereta masih meluncur
kita akan ada di alam lain

alam lain? tunggu!
apakah itu ada di semesta yang ini juga?

Samarinda, 12 April 2006