Hujan ringan terus mengguyur Samarinda di dua hari ini. Seperti menjawab doa-doa dari tubuh bersimbah peluh yang telah beberapa waktu terus mengejar hotspot dan firespot. Lalu akan segera muncul pula doa-doa dari mereka yang aktivitasnya mulai terhambat hujan. Andai saja doa punya warna, tentu angkasa akan penuh dengan kilatan warna-warni yang terus merambat ke langit….
Category: Aforisma
Kebencian Itu
Bahagia itu sederhana, adalah ketika setiap kehadiran pagi memberi keindahan di hati. Syaratnya juga sederhana, tak ada kebencian yang dipelihara lama. Memiliki rasa benci adalah fitrah, paket lengkap menjadi manusia utuh. Namun memeliharanya lama adalah hal lain. Semestinya ia hanya serupa angin liar yang datang menerpa lalu segera kita biarkan pergi. Menahannya lama akan menyesakkan…
Kelucuan Yang Menyedihkan
Awalnya meme lucu dibangun dari kreativitas menggambar. Lalu karena tak semua orang mampu menggambar, digunakanlah foto-foto tak biasa ditambah komentar lucu. Mengapa kita bisa tertawa ngakak saat melihat meme yang lucu? Pertanyaan aneh. Jawabannya ya karena lucu. Tapi mari kita renungkan. Tidak semua kelucuan dibangun dari rasa riang. Beberapa dibangun dengan kebablasan, mungkin di atas…
Nikmati Saja Gerimis Itu
Kehidupan terus berubah, tapi tidak dengan gerimis. Ia tetap lembut, atis, menyejukkan. Bahkan meski ia turun tepat di garis khatulistiwa. Memercik dari langit, membawa butir-butir kenangan kepadamu. Nikmati saja, setidaknya sesaat sebelum ia menjadi hujan yang lebat dan kasar.
Saya Butuh Kemarahan
Dalam hidup, kadang saya membutuhkan sebuah kemarahan. Bukan jenis kemarahan yang meledak di ujung mulut. Tapi kemarahan yang dalam. Seperti geiser yang merambat menghangatkan dan membuat perjalanan lebih menarik. Jenis kemarahan yang membuat bisa tersenyum tenang menghadapi bahaya.
Kalian
Dalam lelah riuh perjalanan kunikmati pelangi dan kerlip bintang di mata kalian, anakku. Selalu ada penanda batas, sebuah tempat untuk istirah sejenak sebelum kita tempuh perjalanan baru. Kita tak tahu, akan seberapa banyak yang menghadang di depan. Entah taman bunga atau belukar. Tak masalah, sebab jerit riang dan kerlip bintang di mata kalian meniupkan angin penyejuk yang memekarkan bunga-bunga…
Tentang Usia
Dalam bingkai jendela ruang sore ini, kulihat awan-awan bergerak. Beberapa bergerak lebih cepat, sebagian perlahan, ada pula yang begitu lambat hingga nyaris diam serupa bercak putih dalam kanvas lukisan. Seperti kehidupan, semua bergerak. Lekas atau pelan. Tunas-tunas bertumbuh, menjelma pohon lalu bergerak menua dan rapuh. Gedung-gedung kokoh pun turut bergerak, perlahan melapuk. Seperti perjalanan kita…
Ibunda
Tentang ibunda dan raga yang makin melayu. Tapi cintanya terus merebak. Bermekaran. Melebur pada udara yang kita hirup. Sepanjang hidup kita.
Memburu Cahaya
Seperti dulu para sufi menempuh jurang dan bukit untuk mencari cercah cahaya, rupanya orang modern juga menempuh keriuhan hidup dan merasa menemukan kebeningan cahaya itu pada batu akik.
Kenangan
Kita tumbuh dari satu kenangan ke kenangan lain. Sekarangpun, kita sedang menyusun kenangan yang lain lagi.