Category: Aforisma

Pelampung

      Comments Off on Pelampung

Menyusuri kanal Sungai Baung, lalu disambut anak sungai Musi. Menjadi satu-satunya yang pakai pelampung di speedboat. Terkesan penakut air, tapi peduli amat. Bukankah yang paling bertanggungjawab atas jiwa kita adalah… Read more »

Debu

      Comments Off on Debu

Lewat hujan, alam membasuh wajah kota. Membersihkan debu jalanan, dan debu di hati kita. Besok, debu baru akan bermunculan lagi.

Purnama Tersangkut

      Comments Off on Purnama Tersangkut

Purnama merambat di lereng bukit. Lalu tersangkut di ujung tower seluler.

Jejak Hujan

      Comments Off on Jejak Hujan

Menyusur trotoar yang basah. Menghitung jejak hujan yang tersisa. Nadi malam baru saja berdenyut .

Minoritas

      Comments Off on Minoritas

Memandangi bendera setengah tiang di depan rumah. Belum ingin menurunkan. Tiba-tiba menyadari bahwa nampaknya ia satu-satunya yang terpasang di komplek perumahan ini. Untuk yang ke sekian kali almarhum mengajarkan sesuatu…. Read more »

Mengingatmu

      Comments Off on Mengingatmu

Tiba-tiba saja mengingatmu, dalam sebuah kenangan yang asing. Tentang kuncup yang tak jadi dimekarkan. Waktu yang berlalu telah membekukannya dalam ceruk hati. Karenanya dia abadi. Tidak menjelma bunga yang mekar… Read more »

Gerimis Yang Menampar

      Comments Off on Gerimis Yang Menampar

Gerimis yang membasahi malam, paduan sempurna kesunyian dan kegetiran yang menyayat. Tiba-tiba seperti kerumunan janin sajak menagih jawab. Kapan akan dilahirkan? Ah, bertahun sudah memenjara jiwa dalam kebun yang kering…. Read more »

Cinta Sederhana

      Comments Off on Cinta Sederhana

Seperti halnya neraka-neraka kecil yang dimunculkan, saya juga meyakini bahwa Tuhan juga menghadirkan surga kecil di dunia. Salah satunya adalah cinta istri dan anak. Cinta yang sungguh sederhana, tapi terus… Read more »

Gerimis di Jambi

      Comments Off on Gerimis di Jambi

Malam di Jambi. Gerimis menyiram wajah kota. Dalam temaram lampu jalan, ada ‘deja vu’ di sudut trotoar. Seperti mengais kenangan, yang tak pernah terjadi.