“Terakhir kudengar kau digigit ular kobra?” tanya Barney.“Benar. Setelah lima hari menahan sakit, ular kobra itupun akhirnya mati,” jawab Booker dengan ringan.Mendengar itu, Barney menoleh ke Gunner sambil senyum tipis. Dialog yang menarik, tapi tak hanya itu. Barney Ross ini diperankan si Rambo, Sylvester Stallone. Gunner Jensen, anak buahnya yang labil, diperankan oleh Dolph Lundgren….
Author: laras
Mengukurnya Harus Komprehensif
Mengukur menurunnya daya beli masyarakat pada era sekarang, tidak cukup dengan menyaksikan pusat berbelanjaan yang mulai sepi. Sebagian masyarakat telah memilih untuk belanja online. Maka harus dilihat juga berapa jumlah transaksi di pusat-pusat belanja online. Apakah sudah cukup? Tentu belum. Jangan abaikan para pedagang amatir, yang memilih berjualan online lewat media sosial. Jumlahnya tidak sedikit, dan…
Layu Sebelum Berkembang
Pagi ini saya terbangun dengan bisikan kata “layu sebelum berkembang”. Pertama datang dari Setara Institute. Gerah dengan langkah-langkah Pak Jendral, yang dinilai sedang mencari panggung dan terus membangun profil politik, lalu memberikan saran serius kepada Presiden. Bahwa segala sepak terjang Pak Jendral seyogyanya diperlakukan dengan normatif dan biasa-biasa saja, agar akhirnya layu sebelum berkembang dengan…
Luka Tetaplah Luka
Bangsa kita pernah terluka dalam. Tak hanya menyakitkan, luka itu juga menyisakan bayangan remang. Keremangan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Keremangan yang sebagian dibentuk dari film yang dulu wajib diputar tiap tahun di akhir bulan September, sebagian lagi dari desir jeritan hati anak-anak bangsa di kejauhan yang tak lagi diakui di negeri sendiri. Pastilah…
Balada Gareng: Sebuah Distorsi Informasi
Gareng menyelesaikan pekerjaannya hari itu, mengurus usaha peternakan milik Pak Semar. Setelah semuanya beres, ia berpamitan. Hari mulai senja. Pak Semar memandangi punggung anak buahnya yang sangat ia andalkan itu. Kelak saya akan bisa mempercayakan semua perusahaan ini ke dia dan bisa istirahat, katanya dalam hati sambil tersenyum. Sampai di rumah kontrakan, Gareng bertemu Petruk…
Jika Harus Mati, Matilah Dengan Terhormat
Saat mulai bekerja di perusahaan hampir 25 tahun lalu, ada seorang senior yang menarik perhatian saya. Ia di departemen lain, tapi kami terkait dalam sebuah proyek bersama. Enerjik, tangguh, dan penuh dedikasi. Hingga satu hari kami bekerja hingga malam, dan ia tetap yang paling bersemangat. Esok harinya, ia menyalami kami semua, sambil mengatakan bahwa kemarin…
MMA dan Ideologi Beladiri
Awalnya Xu Xiaodong, seorang praktisi MMA, berperang kata-kata di media dengan Wei Lei yang seorang praktisi Taichi. Xu yang dikenal sebagai petarung MMA yang brutal, dianggap melecehkan beladiri tradisional China dengan menyebut bahwa semua beladiri tradisonal itu penuh kepalsuan. Perdebatan memanas, lalu mereka sepakat untuk bertarung. Dalam sebuah rekaman yang diupload di Youtube 5 Mei…
Yakinkan Memang Baik, Sampaikan Dengan Respek
Sampaikan hal baik itu, walau hanya sedikit. Maksudnya begini, yakinkan yang sedikit itu memang hal yang benar-benar baik. Lalu sampaikan dengan penghormatan kepada orang yang kau yakin memerlukan. Memandang respek yang kau berikan, serta hal baik yang disampaikan, insya Allah ia akan mengikuti dengan kesungguhan. Yang terjadi saat ini tidak demikian. Mungkin saja isinya memang…
Kritikus Itu Bukan Pembenci
Jadilah kritikus, jangan pembenci. Memelihara kebencian tidak memerlukan pengakuan. Itu akan mudah sekali terbaca, walau kita berkeras menyangkalnya. Rasa benci, entah bagaimana caranya, selalu melahirkan sebuah “kecerdasan” tertentu untuk selalu mampu menemukan cara mencemooh sasaran yang dibenci.Seorang kritikus sejati, akan selalu tajam melihat hal yang perlu diperbaiki walau sulit dilihat orang biasa, tetapi juga tetap…
Wehea Yang Jelita
Dalam kepungan sawit dan ancaman penambang emas, Wehea tetaplah jelita. Kesuciannya terjaga, bukan karena negara melindunginya, tetapi karena hukum adat Wehea yang dijunjung tinggi. Rabu itu, 26 Juli 2017, jadilah kami bertemu Wehea. Adalah bu Jasmine, sahabat saya dari Jakarta, yang sejak awal bertekad kuat untuk menjenguk Wehea. Tapi tak mudah mencuri waktu di sela kegiatan…