Catatan asal tulis seorang Pekerja IT

Frank Laurence (1894-1967) mengatakan bahwa ia memilih menulis bukan karena menulis itu menyenangkan, tetapi ia merasakan betapa sakitnya ketika tidak menulis. Menurut Pramoedya Ananta Toer (1925-2006), menulis adalah bekerja untuk keabadian. Orang bisa saja pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis, maka ia akan hilang dari sejarah. Atas dasar penghormatan kepada pemikiran mereka, sayapun ingin terus menulis.

CENDAWAN JINGGA DI PUNCAK MERAPI

Karya: Y. Wibisono

pertemuan kita, Shella
seperti sebaris rumput kering yang tersaput embun
lalu memudar ketika mentari menampakkan sinar

berceritalah tentang apa saja
apapun itu adalah tak penting untukku
sebab aku terlalu sibuk
menghitung setiap ruas bulu matamu
juga sebentuk bibirmu yang kulukiskan
bagai bilahan rona mawar di taman yang basah

dan jalan terjal berbatu ini
hanyalah permadani indah yang kulangkahi
sebab genggam tanganmu mengalirkan kehangatan
dan menusuk terdalam
keringnya hati perantau seberang

jangan pernah paksa aku memilih

DI SINI, SURGA ITU BERNAMA MAHAKAM

Karya: Y. Wibisono

ombak pecah beriak
bermain lemparan
wajah rembulan
terayun dipantul
bagai kanak berebut

perahu kecil bermain
meniti buih
berpacu ketinting riang menderak malam
kapal pedagang tak tergoyah ombak
bersenandung hening penjelajah sungai
ponton batubara merayap
serupa bukit berjalan

lampu-lampu terhampar
bagai kunang-kunang menggoda malam
bagai kerling si jelita
berkerlip di atmosfir beraroma jingga
menyuguhiku secawan anggur

mengagumkanku,
bagai tak putus

mengecilkanku,
bagai debu di tiang dermaga

rohku menggelepar dalam dahaga tak terpuasi

KOTA INI MENYUKAIMU

Karya: Y. Wibisono
(untuk gadis D, pengganti souvenir yang tak sempat kukirim)

(1)
sebatang sungai berkelok di antara hati yang meragu
dan di muaranya aku masih saja memilin
pintalan cerita dengan akhir yang selalu ambigu

barangkali masih ingin kuceritakan lebih lengkap lagi
tentang bisikan daun-daun gmelina
dan keluh kesahnya tentang hujan
yang tak mampu didekapnya erat

barangkali aku masih juga ingin mengajakmu
menghitung kerlip lampu yang berjajar di sepanjang mahakam ini
dan kitapun segera menjadi kanak
yang berlari riang bermandi cahayanya

PERJALANAN 3

Karya: Y. Wibisono

akupun berkemas
melipat senyum di dalam koper
:selamat berjumpa kembali dengan debu

perpisahan ini tak akan dikenang
seperti daun yang jatuh ditiup angin
seekor tupai dan ranting akasia
meringkuk ditelan sepi
seperti keringnya mimpi kami
tentang warna-warna emas bulir padi
dan sekawan pipit yang bernyanyi
tentang panen dan orang-orangan sawah

kembali kami menghitung debu
kaca kendaraan hanyalah bentangan
kanvas coklat yang buram
roda yang menderik dan debu yang bergulung,
seperti inikah negeri sihir?

kali terakhir,

PERJALANAN 2

Karya: Y. Wibisono

mahoni tua itu ternyata masih mengenaliku
dan segera saja kami akrab berkelakar
tentang lelaki yang hatinya gersang
seperti tebing-tebing kapur
dengan garis hitam melintang di kejauhan
lalu aku bilang: anginmu kering
seperti musimmu yang kering
bahkan hujan semalampun
adalah hujan yang meradang

dan layaknya arus di riam udang
ceritamupun mengalir deras ke uratku
tentang rimbamu dulu yang bagai dongeng
dengan mata air dari kayangan
burung-burung dan siamang yang bergelantungan
juga hantu-hantu pulau kumala
yang mengunjungimu di akhir pekan

PERJALANAN 1

Karya: Y. Wibisono

samarinda - teluk dalam - sebulu
berjam-jam kami mengeja debu
matahari telah mengupas atap kendaraan
juga menggosongkan kepala para pekerja kayu
:ini khatulistiwa yang sebenarnya!
lalu kamipun mentertawakan semak-semak
di sisi jalan berdahan dan berdaun debu

musim yang gelisah,
segelisah hati para transmigran
mengganti lembu dengan truk-truk kayu
mengganti lumbung padi dengan mini-sawmill
lalu batang-batang padipun
hanyalah artefak mimpi yang tak jadi
mimpi yang memimpikan mimpi
seperti lagu yang ringan:
transmigran tak bertani

KOTA INI SAKIT JIWA

Karya: Y. Wibisono

seorang gadis telah berpisah dengan air mata
dilipatnya selaput dara lalu bergegas ke pasar lelang
seorang lagi ketawa sendiri
di depan cermin bermimpi kawin dengan matahari

di pertigaan muara
seorang anak jalanan telah memanah matahari
matahari yang terluka lapor ke polisi
dicatat petugas jaga, tunggu
semua pasukan lagi di lapangan
menjaga pasar lelang!

di tempat lain
seorang pejabat telah memperkosa keadilan
lalu mencampakkannya terkangkang di tikungan jalan
anak-anak jalanan datang menghibur
keadilan bangkit merangkul anak jalanan

SEBUAH PESAN

Karya: Y. Wibisono
[untuk Bramantyo Wibisono]

pagi ini kau kejutkan kami semua
kau berdiri! meski tanganmu masih lekat di meja
tak lagi kau merayap, merangkak dan berguling
mengelilingi dunia tumbuhmu
sebentar lagi tinggalkan meja itu nak
juga tinggalkan sebentar tangan mamamu
cobalah melangkah, dengan kaki sendiri
meski berat tapi banggalah
kau lelaki berjalan dengan kaki sendiri!

kelak,
tak usah bercita jadi politikus
kalau hanya pandai berkicau dan jualan janji
tak perlu juga bercita jadi pengacara, jaksa apalagi hakim
kalau bisanya hanya berdagang keadilan

SEBUAH RINDU

Karya: Y. Wibisono
[untuk gadis T yang akan berhari jadi]

angin dan kabut tiba-tiba menjelmakan bayangmu di kaca jendela
dengan gaun yang meniupkan seribu kenangan
aku menggigil, melayang dan lesap
di sudut pagi yang membekukan tulang belulang
di belasan bukit yang terlewat, ngarai-ngarai yang terkubur
dengan inspirasi yang dihamburkan seperti daun musim gugur
hanyalah sketsa buram dari lukisan yang tak pernah jadi
aku lelaki, melarikan mimpi dari perjalanan kita yang tak jadi dimulai

sebuah negeri tiba-tiba saja memberi kehidupan
dan demikianlah lagu itu

RINDUNYA HITAM

Karya: Y. Wibisono

baginya, rindu itu sudah begitu menggelora
dipintalnya dengan airmata,
dibungkusnya dengan kasih
dan dihantarkannya padamu dengan malu, kelak

tapi disadarinya rindunya rindu hitam
mengucap namamupun dia tak berani
membayangkanmupun dia bersembunyi
maka, ditaruhnya rindu itu di atas pelangi

Samarinda, 11 Maret 2004

Walau kalah populer dengan pesaing lain, semisal DotNet dari Microsoft, tapi PB sejujurnya adalah tool yang memukau dan pantas jadi pilihan developer. PB adalah the best RAD (Rapid Application Development) dan the real OOP (Object Oriented Programming). Mau tahu lebih banyak? Gabung saja di http://groups.yahoo.com/group/indopb

Darah petarung sejati telah ada di tubuhnya sejak lahir. Ia tak perlu guru untuk menguasai teknik bertarung yang baik. Sebab, ia memang ditakdirkan untuk hidup sebagai petarung. Anda ingin kenal lebih jauh? Kunjungi http://ayam-bangkok.blogspot.com

Jika anda alumni SMAN 1 Trenggalek, jangan lewatkan kesempatan untuk berkumpul kembali dengan kawan-kawan lama anda di http://groups.yahoo.com/group/smanesa