Karya: Y. Wibisono pernah kuingin menentang matahari dan sentuhkan telunjukku agar dia padam pernah juga hendak kupanggil rembulan kubelai sinarnya agar tak redup pernah hendak kuratakan pegunungan dan mengubur rapat lembah-lembah yang bisu pernah juga ingin kuhirup samudera lalu muntahkan airnya ke gurun yang terkapar dahaga dan kini kutahu yang kucari setangkai mawar merah damai…
Kontradiksi, Aku-Han
Karya: Y. Wibisono kita ngobrol di sudut café itu berseberangan meja aku, dengan segenap lelahku menarikmu dalam perbincangan yang kaku marilah, Han kita ukur dalamnya rentang ini engkau di utara dan aku di selatan cakrawala tangan ini adalah persahabatan andai kau percaya kurenangi hatimu, ketelusuri matamu kau tak hangat benar, Han jiwamu liar gelisah tanah…
Pagi. Kabut, dan Bimbangku
Karya: Y. Wibisono Hamparan rerumputan dan bening air kolam, selamat pagi … bersama rindang ranting pohon dan kabut tipis ini ingin kumanja semua rasa mata kail yang terayun ringan terpercik indah dalam bias mentari pagi menabur harap pada yang riang berenang di sana datanglah dan sudilah makan jiwa yang tak jua menyatu dalam kesempurnaan pagi…
Kidung Buat Dhiajeng
Karya: Y. Wibisono (untuk ES) nada apa lagi yang bisa kumainkan ketika dentingan gitarku mulai sumbang? resah yang terhampar di sudut malam perlahan merayap, mendekapku dalam hampa pada matamu, dengan sejuta manja yang bergayut tak kutemukan jawab waktu adalah sang maha guru, yang bertutur dalam setiap kisah jiwa yang tersaput asmara (Samarinda, 1992)
Padanya, Dengan Harap
Karya: Y. Wibisono kulukis hujan dalam warna suram gurat lemah di atas bukit adalah gerimis yang tersisa di batas malam maaf, senjamu kulukis tanpa warna sebab dia melayang tanpa pesan seperti asaku hadir dan menghilang terbawa angin kulukis hujan dalam warna kelam gurat biru di langitku adalah hati yang pasrah mengharap andai kau tak suka…
Pasti
Karya: Y. Wibisono kemilau embun di atas daun adalah setiaku yang abadi di lintas kemarau dalam deras hujan badai yang datang sebelum waktunya adalah tawa yang manja pada hati yang tiada lelah merajut cinta dalam simpul-simpul do’a dekapanku yang panjang takkan terenggut sebab, kasihku kupahat di atas pelangi pada awan pada langit pada sayap-sayap camar…
Jingga
Karya: Y. Wibisono [Kutulis untuk Jack] Lemah saat jemari bergetar seperti dulu aku tetap tak mampu (Malang, Ketawanggede, 1989)
Galau
Karya: Y. Wibisono melangkah terpuruk di bawah gerimis sore mengais damai dalam samar meski hati dirajam selaksa tanya, adakah? gerimis yang kian deras kasar menerpa, menampar lembar anganku tak kurasa meski hati menjerit lirih: perih! gerimis yang kian deras jua seakan mengajak berpaling menyeringai pada batas luka lama pagi yang lelah menadah kian terkuyup ditelan…