The Night Of

      Comments Off on The Night Of

Ketika publik tanah air penasaran menunggu hasil persidangan Jessica, publik New York juga penasaran dengan persidangan Nasir Khan. Pemuda itu didakwa membunuh Andrea Cornish. Polisi menemukan tubuh Andrea bersimbah darah, dan menangkap Nasir beberapa blok dari rumah Andrea dengan barang bukti pisau yang diduga untuk menghabisi nyawa Andrea. Nasir menolak dakwaan. Malam itu ia sedang membawa taksi ayahnya dari rumahnya di Queens, untuk menghadiri pesta teman kuliahnya. Karena tak hafal jalan, ia menepi. Saat itu Andrea masuk ke taksinya, mengira ia mencari penumpang. Mereka berkenalan, mengobrol di tepi sungai, lalu pergi ke rumah Andrea. Nasir mengaku segera tertidur, dan pagi harinya ia menjumpai tubuh Andrea tewas bersimbah darah. Karena panik, pisau di dekatnya terbawa.
Keluarga Nasir tak mampu menyewa pengacara mahal. Berbeda dengan kasus Jessica, yang nampaknya perkembangan sidang menunjukkan kubu terdakwa sedang di atas angin, nasib Nasir sebaliknya. Dari waktu ke waktu persidangan semakin memberatkan posisinya.

Jika Jessica Kumala Wongso adalah nyata di hadapan kita, Nasir Khan adalah tokoh utama dalam serial HBO yang berjudul “The Night Of” yang tayang perdana mulai Juni 2016. Ini hiburan alternatif yang layak tonton, setelah kita diharubiru dengan kisah A Song of Ice and Fire yang diangkat ke layar kaca dalam serial Game of Thrones. The Night Of menyuguhkan kisah menarik tentang rumitnya menegakkan kebenaran, segala dinamika di aparat hukum, berlatar kemajemukan masyarakat urban.

Seperti halnya penasaran atas kelanjutan nasib Jessica, saya juga penasaran dengan nasib Nasir Khan. Dalam pilihan HBO on demand hingga tadi malam, Indihome baru menyuguhkan hingga episode ke-5 “The Season of The Witch”, dari seharusnya 8 episode. Serial ini tidak se-vulgar Game of Thrones, jadi masih aman untuk tontonan keluarga.