Temaram Sore Tasikmadu

      Comments Off on Temaram Sore Tasikmadu

Karya: Y. Wibisono

“Nyuwun sewu, apakah anda bidadari?”
Ia yang membentang selendangnya dalam
sinar senja,tersenyum menggoda.
“Bukan kangmas. Nama saya Tasikmadu!”

Angin laut datang dari arah cakrawala,
mengusik pucuk daun yang memerah lalu
meniup lembut pada ceruk bebatuan. Dia
yang gemulai itu terus menari, ditingkah
orkestra gamelan yang mengalun dari
dasar pantai selatan.

Di ujung nyiurmu, hatiku tersangkut
erat. Hati pelaut mabuk, yang ingin
terus mencumbumu sepanjang senja.
Jujurlah, wahai jelita. Dewata mana
yang pernah kau pikat hatinya, hingga
dipintanya ombak untuk membasahi
tubuhmu sepanjang waktu?

Angin yang melintas, mencuri lagu
senjamu dan bergegas mengabarkan ke
segala lembah dan gunung, mengantar
seluruh penghuni Watulimo menyambut
malam. Ini negeri bidadari, betapa
ombak, angin, dan pasir tak henti
bersenandung kisah tentang pantai
yang akan selalu dirindukan.

Senja makin temaram. Burung-burung
pulang ke sarang, ketika wajah laut
bersemu merah. Di ujungnya, rombongan
perahu nelayan terkantuk dalam buaian
ombak. Dan di lengkung alis pantaimu,
aku dengan langkah pamit yang tersendat.
Separuh hatiku telah hancur tercecer
di pasir yang basah. Separuh yang
tersisa, berisi rindu untuk kembali.
Satu waktu nanti, pasti!

Pantai Prigi, 27-10-2008