Nobel, Sebuah Penebusan Kesalahan

      Comments Off on Nobel, Sebuah Penebusan Kesalahan

Alfred kecil lahir 21 Oktober 1833, ketika ayahnya yang seorang insinyur, sedang berjuang keras mengangkat ekonomi keluarga yang sedang terpuruk. Kegigihan ayahnya terbayar, ia sukses dalam penelitian dan bisnis, dan berhasil memiliki banyak usaha di Rusia dan Swedia. Ayahnya dengan keras menentang keinginan Alfred untuk menekuni sastra dan puisi, dan mengarahkannya ke kimia dan teknik. Alfred pun mengikuti jejak ayahnya.

Penemuannya tentang zat nitrogliserin adalah hal yang luar biasa dan harus dibayar mahal. Adik bungsunya tewas dalam sebuah ledakan bersama sejumlah orang lain di pabrik mereka. Akhirnya di tahun 1867, Alfred menemukan cara menjinakkan nitrogliserin, sehingga zat itu bisa dibentuk menjadi batangan seperti tongkat mini. Alfred mematenkan temuannya dengan nama dynamite. Penemuan dinamit memberi dampak luar biasa dalam kehidupan. Dinamit sangat membantu konstruksi dan pertambangan, tapi di sisi lain juga menjadi senjata efektif yang menghilangkan nyawa ribuan orang dalam perang. Sulit menilai apakah Alfred dianggap berjasa atau justru penyebab kerusakan di bumi. Akhirnya Alfred mendapat jawaban itu. Di tahun 1888, adiknya Ludwig meninggal. Tapi sebuah kesalahan pesan membuat orang mengira yang meninggal adalah Alfred. Mengira Alfred telah wafat, sebuah koran di Perancis menulis headline “le marchand de la mort est mort”, sang pedagang kematian itu telah mati.

Alfred Nobel sedih, sesedih-sedihnya. Lalu ia berniat membayar kesalahannya. Ia wasiatkan sebagian besar hartanya, untuk memberikan penghargaan kepada siapapun manusia di bumi yang berjasa bagi kemanusiaan di 5 bidang: fisika, kimia, kedokteran, sastra, dan perdamaian. Dan akhirnya, kita mengenal Hadiah Nobel, yang diberikan setiap tanggal 10 Desember, tepat di hari wafatnya Alfred Nobel sang penemu dinamit.