Menembak Burung Dengan Meriam, Membunuh Gajah Dengan Senapan Angin

      Comments Off on Menembak Burung Dengan Meriam, Membunuh Gajah Dengan Senapan Angin

Ungkapan di atas nampaknya memang klise, tapi saya tetap memakainya selama bertahun-tahun. Sesuatu yang bisa diambil dari ungkapan di atas adalah, segala sesuatu harus pada tempatnya. Ketika kita ingin menembak burung yang hinggap di dahan pohon, apa yang terjadi jika kita menggunakan sebuah meriam? Barangkali pohonnya akan hancur, burungnya akan ikut hancur tanpa bentuk atau malah sempat terbang karena suara meriam yang terlalu keras. Demikian juga membunuh gajah dengan senapan angin. Jika anda menembak tubuhnya, mungkin si gajah hanya merasa gatal. Jika anda penembak jitu, mungkin anda bisa membidik matanya agar si gajah buta. Tapi itu artinya anda tidak membunuhnya dan barangkali sebelum anda bisa menembak 2 matanya, si gajah sudah sempat meremukkan badan anda.

Ungkapan di atas, sering saya gunakan untuk menggambarkan betapa tidak gampangnya bagi seorang programmer untuk memilih tools yang baik. Seiring dengan perkembangan teknologi pemrograman, maka programmer selalu dihadapkan pada sebuah pilihan sulit; mempertahankan yang sudah dikuasai, atau beralih pada teknologi baru.

Mungkin ada yang berpikir sederhana, ya sudah, belajar saja yang baru. Tentu saja semua pelaku pemrograman yang punya jam terbang cukup akan memahami betapa tidak mudahnya itu dilakukan. Penguasaan suatu bahasa pemrograman, lengkap dengan segala konsep dan teknis praktisnya, selalu perlu waktu. Dan itu seperti sebuah investasi. Bagaimana rasanya jika investasi yang sudah demikian besar, tiba-tiba harus hilang gara-gara ada sesuatu yang baru?

Pada siswa-siswa di kelas pemrograman yang saya ajar, biasanya saya akan menggiring pemikiran bahwa mereka akan menuju ke hutan rimba. Akan ada banyak kemungkinan di hutan tersebut, banyak tantangan yang harus dihadapi dan sangat variatif. Jika ada beberapa pilihan senjata untuk mereka, apa yang akan mereka bawa? Senjata otomatis, sepucuk pistol, sebuah parang, tombak, atau sebuah pisau lipat? Atau senapan angin, bagaimana juga dengan meriam?

Apa yang bisa anda lakukan dengan pisau lipat, jika yang anda hadapi adalah seekor binatang buas? Tapi apa pula artinya senapan otomatis, jika kebutuhannya adalah menguliti binatang buruan, atau mengupas buah-buahan. Lantas jika buruannya adalah seekor burung gemuk yang bertengger di atas pohon, apa senjata yang paling tepat?

Wilayah buruan di hutan pemrograman amat luas. Ada area console programming, area desktop (windows based), area web, tehnikal, GIS, dan berbagai area lain termasuk wilayah rimba berat sekelas ERP.

Maka, saya tidak tergoda untuk mengolok teman saya, yang pada era begini masih menggunakan tool lama, yang barangkali oleh sebagian orang akan dianggap tools jaman dinosaurus!

Untuk apa memaksa implementasi sebuah RDBMS besar dan sebuah development tool canggih untuk sebuah kebutuhan sederhana yang bisa dicukupi dengan tool sederhana juga. Tetapi sebaliknya, alangkah sia-sianya membangun sebuah software ERP besar dengan menggunakan teknologi sekelas dBase III.

Maka, segala sesuatu kita letakkan pada tempatnya.