Saya bukan sastrawan, tapi menyukai membaca karya sastra. Sejak masih SD, saya sudah gemar membaca cerita silat, terutama karya Kho Ping Hoo dan SH Mintarja. Selain itu saya juga membaca novel sastrawan angkatan Balai Pustaka, Pujangga Baru, dan setelahnya.
Saya bukan penyair, tapi menyukai puisi. Urusan puisi, panutan saya adalah Chairil Anwar. Ia terkenal dengan puisinya yang mendobrak seperti Aku, tapi justru saya menyukai puisinya yang memiliki nuansa lembut seperti Senja di Pelabuhan Kecil dan Derai-Derai Cemara. Puisi Chairil, yang lembut, sering menjadi ilham bagi saya ketika menulis puisi. Di era yang lebih modern, saya menyukai puisi Sapardi Djoko Damono, apalagi ketika dalam bentuk musikalisasi yang dibawakan oleh Ari Malibu dan Reda Gaudiamo.