Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

KECERDASAN BUATAN UNTUK LAUT INDONESIA: Inovasi Teknologi dalam Konservasi Ekosistem Kelautan

Posted on July 25, 2025November 9, 2025 by wibi

Muhammad Ahsin Rifai, Yusuf Wibisono, Hadiratul Kudsiah

Buku Kecerdasan Buatan untuk Laut Indonesia membahas potensi besar laut Indonesia yang merupakan salah satu kekayaan alam paling luar biasa di dunia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai yang mencapai 108 ribu kilometer, laut Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa, mulai dari terumbu karang, padang lamun, hingga hutan mangrove. Laut memiliki peranan penting sebagai sumber pangan, jalur ekonomi, serta pengatur iklim global melalui proses alami yang terjadi di dalamnya. Namun, kekayaan ini sedang menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi berlebihan, pencemaran, dan perubahan iklim global.

Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa metode konservasi tradisional tidak lagi cukup untuk melindungi ekosistem laut yang semakin kompleks. Oleh karena itu, penulis menawarkan solusi berbasis teknologi modern melalui penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data secara cepat dan akurat sehingga dapat digunakan untuk memantau kondisi laut secara real-time, mendeteksi ancaman lingkungan sejak dini, dan menyusun kebijakan konservasi yang berbasis bukti ilmiah.

AI memberikan banyak manfaat dalam upaya konservasi. Dengan sensor bawah laut, drone, dan citra satelit, kondisi ekosistem laut dapat dipantau tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengamatan manusia. Sistem berbasis AI mampu mengenali spesies ikan dan karang dari gambar atau video bawah laut, menganalisis tingkat pencemaran, memprediksi dampak perubahan suhu, hingga mendeteksi aktivitas penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia. Teknologi ini membantu pengambil kebijakan dalam membuat keputusan yang lebih tepat, efisien, dan berdampak langsung terhadap pelestarian laut.

Selain AI, buku ini juga menyoroti berbagai teknologi lain yang mendukung konservasi laut. Teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan penggunaan sensor otomatis untuk memantau kondisi air laut seperti suhu, kadar oksigen, dan salinitas. Teknologi bioakustik membantu ilmuwan mempelajari kehidupan bawah laut melalui suara yang terekam di perairan. Citra satelit dan teknologi remote sensing dimanfaatkan untuk memetakan perubahan lingkungan laut secara luas, sementara robotika dan drone digunakan untuk eksplorasi wilayah laut dalam. Buku ini juga memperkenalkan konsep blockchain yang dapat meningkatkan transparansi rantai pasok perikanan dan teknologi big data yang berperan penting dalam menganalisis tren perubahan ekosistem laut.

Namun, penerapan kecerdasan buatan dalam konservasi laut tidak bebas dari tantangan. Masih terdapat keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di wilayah pesisir terpencil. Ketersediaan data laut yang belum seragam, biaya implementasi yang tinggi, serta kurangnya tenaga ahli menjadi hambatan utama. Selain itu, kesenjangan literasi teknologi di kalangan masyarakat pesisir juga membuat adopsi inovasi ini berjalan lambat. Oleh karena itu, buku ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem konservasi laut berbasis teknologi.

Penulis melihat bahwa kecerdasan buatan bukan sekadar alat bantu teknis, tetapi merupakan bagian dari transformasi besar dalam cara manusia memahami dan menjaga laut. Teknologi dapat membantu Indonesia mengelola sumber daya laut secara cerdas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran negara sebagai pelopor konservasi laut berbasis AI di tingkat global. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan peningkatan kesadaran masyarakat, masa depan laut Indonesia dapat terjaga untuk generasi mendatang.

Buku ini pada akhirnya mengajak pembaca untuk melihat laut bukan hanya sebagai sumber daya alam yang perlu dimanfaatkan, tetapi juga sebagai sistem kehidupan yang harus dijaga dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun model konservasi laut yang modern, efektif, dan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Category: Buku

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme