Karya: Y. Wibisono Tinggal kau, lalu aku. Dan hati kita segera kosong seperti stasiun ini. Rel beku, gerbong sunyi. Bahkan menyentuh lenganmu saja aku tak berani. Adakah wajah selain wajah kita di sini? Bulan pucat, wajah kita terpantul asing di ujung peron. Pepohon berjajar dalam bayang remang. Dingin, bisikmu. Aku mendengarnya seperti lagu lirih menembus…