Karya: Y. Wibisono seorang gadis telah berpisah dengan air mata dilipatnya selaput dara lalu bergegas ke pasar lelang seorang lagi ketawa sendiri di depan cermin bermimpi kawin dengan matahari di pertigaan muara seorang anak jalanan telah memanah matahari matahari yang terluka lapor ke polisi dicatat petugas jaga, tunggu semua pasukan lagi di lapangan menjaga pasar…
Month: May 2004
Sebuah Pesan
Karya: Y. Wibisono [untuk Bramantyo Wibisono] pagi ini kau kejutkan kami semua kau berdiri! meski tanganmu masih lekat di meja tak lagi kau merayap, merangkak dan berguling mengelilingi dunia tumbuhmu sebentar lagi tinggalkan meja itu nak juga tinggalkan sebentar tangan mamamu cobalah melangkah, dengan kaki sendiri meski berat tapi banggalah kau lelaki berjalan dengan kaki…
Sebuah Rindu
Karya: Y. Wibisono [untuk gadis T yang akan berhari jadi] angin dan kabut tiba-tiba menjelmakan bayangmu di kaca jendela dengan gaun yang meniupkan seribu kenangan aku menggigil, melayang dan lesap di sudut pagi yang membekukan tulang belulang di belasan bukit yang terlewat, ngarai-ngarai yang terkubur dengan inspirasi yang dihamburkan seperti daun musim gugur hanyalah sketsa…