Karya: Y. Wibisono (sajak untuk Tatik) Subuh ini aku telanjang terkapar sepi, terasing rasa. Gerimis dingin berlomba menampar, menyeret. Lalu menggantung sangkut anganku di paku tiang jemuran. Maka, perempuanku. Sebenarnya aku tak pernah bisa menghapusnya. Bagai duri menikam, mengiris. Menghantam lempar aku lelaki pengecut. Dalam wajah bertopeng sesal. Merunduk, mengais-ngais jejak alasan yang telah luntur…