Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Cap Go Meh

Posted on March 4, 2015March 19, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono Masih tersisa tingkah 12 naga siang tadi. Terperangkap dalam merah gemerlap lampion. Seorang ibu tua bersimpuh di sudut Kwan Tie Bio. Hatinya tersenyum rekah, jiwanya pasrah. Seperti liuk asap hio yang lembut melayang ke langit kelenteng. Telah berpuluh kali ia melewati imlek di sini. Bersama keriuhan dari tahun ke tahun. Menunggu tatung…

Read more

Mencintai Rasa Benci

Posted on February 28, 2015March 26, 2019 by laras

Ketika kita membenci seseorang, mungkin saja seorang tokoh, kita bisa saja sampai pada tahap sedemikian rupa sehingga kita mencintai rasa benci itu. Dan ajaibnya, kebaikan apapun yang dilakukan tokoh itu, kita selalu bisa menemukan cara untuk mencemoohnya. Dengan segenap intelektualitas yang kita duga ada pada diri kita. Lalu dengan ukuran yang sama, kita juga bisa…

Read more

Pelayan Listrik

Posted on February 18, 2015March 26, 2019 by laras

Di tengah gulita yang terhampar di bumi Kaltim malam ini, saya percaya masih ada petugas PLN setengah tua yang basah kuyup berkeringat. Berusaha keras dan berdoa agar listrik segera menyala dan mengantarkan cahaya ke rumah-rumah. Mungkin saja gajinya juga tidak besar, dan tentu tak sempat lagi melewati gelap malam menemani istri dan anaknya. Ia tak…

Read more

Balada Akik

Posted on February 8, 2015March 26, 2019 by laras

Tiba-tiba saja, saya membayangkan bertemu dengan Fred Flintstone. Ia sedang terbahak. Perut gempalnya nampak bergerak lucu tersembul di sela baju kulit kayunya yang tak menutup sempurna. Ia sedang duduk di atas batu berwarna biru terang di samping rumah batunya yang beraneka warna. Lalu ia berseru sambil menunjuk ke gunung-gunung batu. Lihat, wahai, lihatlah. Kini kalian…

Read more

Kambing dan Tekanan Darah

Posted on February 4, 2015March 26, 2019 by laras

Saya sepenuhnya meyakini teori yang didasarkan pada fakta empiris bahwa terdapat korelasi yang kuat antara olahan kambing dengan tekanan darah. Terutama ketika terpenuhi 3 kondisi; dagingnya tidak segar, bumbunya ngawur, dan disajikan tanpa senyum. Baru 2 suapan saja rasanya darah sudah naik hingga ke ubun-ubun. Tetapi hal ini tidak terjadi ketika yang dijumpai adalah daging…

Read more

Hyena, Bukan Tentang Politik

Posted on February 4, 2015March 26, 2019 by laras

Hyena adalah satu-satunya pesaing serius yang diperhitungkan oleh kawanan singa di kerasnya padang rumput Afrika. Demikian bencinya singa pada hyena, bahkan mereka merasa jijik untuk memakannya. Hyena memang kuat, baik secara individu maupun kelompok. Bahkan macan tutul, karnivora yang memiliki persenjataan lebih lengkap, juga tak berdaya menghadapi pertarungan satu lawan satu dengan hyena dalam perebutan mangsa…

Read more

Preman Di Ujung Perjalanan

Posted on January 25, 2015March 26, 2019 by laras

Ia memakai sepatu kets putih kusam. Bagian belakang ditekuk, hingga bisa digunakan seperti terompah saja. Celana jeans-nya butut, robek di lutut. Rambut di sebelah atas telinga dicukur tipis, bagian atas menantang langit, dan yang belakang dibiarkan panjang berkibaran. Telunjuk dan jari tengah tangan kirinya menjepit rokok filter yang sesekali ia hisap dan permainkan asapnya. Sungguh,…

Read more

Tongseng Jembatan Baru

Posted on January 19, 2015March 26, 2019 by laras

“Jangan pedas”, tegas saya kepadanya. Perempuan itu mengangguk sambil tersenyum, lalu segera tenggelam dalam keseriusan meracik tongseng kambing di Warung Solo dekat Jembatan Baru itu. Biasanya saya suka pedas, tapi saat ini saya sedang sariawan berat. Sekira sepuluh menit kemudian, pesanan itu datang. Seporsi tongseng kambing dan minuman jeruk panas. Beberapa suapan telah membuat saya…

Read more

Luruh

Posted on April 2, 2014March 19, 2019 by wibi

Puisi Y. Wibisono Ia temukan dirinya berdiri di lereng bukit, di sisa sepertiga malam yang hening. Ada hasrat sederhana yang terus membuncah dalam dadanya. Bukan kerinduan pada benderang langit di atas Masjidil Haram. Bukan. Tapi ini tentang sebuah surau kecil. Dindingnya basah. Dihijaukan lumut yang hidup subur dari percik air padasan. Tak ada gempita cahaya….

Read more

Bocah Jalanan

Posted on March 18, 2014February 28, 2019 by wibi

Kulitnya gelap. Rambutnya menantang langit. Tapi setidaknya, ia tak memakai anting-anting. “Masih sekolah?” “Masih om. Di Karangasam.” “Kelas berapa?” “Kelas empat.” Ia, bocah lelaki itu, beranjak pergi sambil memeluk ukulele-nya. Senja telah memuram, malam baru saja mulai di traffic light dan sepanjang Air Hitam. Jelas ia tengah berdiri di persimpangan. Kehidupan jalanan bisa menjadikannya sampah….

Read more
  • Previous
  • 1
  • …
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • …
  • 39
  • Next

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme