Puisi Y. Wibisono Masih tersisa tingkah 12 naga siang tadi. Terperangkap dalam merah gemerlap lampion. Seorang ibu tua bersimpuh di sudut Kwan Tie Bio. Hatinya tersenyum rekah, jiwanya pasrah. Seperti liuk asap hio yang lembut melayang ke langit kelenteng. Telah berpuluh kali ia melewati imlek di sini. Bersama keriuhan dari tahun ke tahun. Menunggu tatung…
Mencintai Rasa Benci
Ketika kita membenci seseorang, mungkin saja seorang tokoh, kita bisa saja sampai pada tahap sedemikian rupa sehingga kita mencintai rasa benci itu. Dan ajaibnya, kebaikan apapun yang dilakukan tokoh itu, kita selalu bisa menemukan cara untuk mencemoohnya. Dengan segenap intelektualitas yang kita duga ada pada diri kita. Lalu dengan ukuran yang sama, kita juga bisa…
Pelayan Listrik
Di tengah gulita yang terhampar di bumi Kaltim malam ini, saya percaya masih ada petugas PLN setengah tua yang basah kuyup berkeringat. Berusaha keras dan berdoa agar listrik segera menyala dan mengantarkan cahaya ke rumah-rumah. Mungkin saja gajinya juga tidak besar, dan tentu tak sempat lagi melewati gelap malam menemani istri dan anaknya. Ia tak…
Balada Akik
Tiba-tiba saja, saya membayangkan bertemu dengan Fred Flintstone. Ia sedang terbahak. Perut gempalnya nampak bergerak lucu tersembul di sela baju kulit kayunya yang tak menutup sempurna. Ia sedang duduk di atas batu berwarna biru terang di samping rumah batunya yang beraneka warna. Lalu ia berseru sambil menunjuk ke gunung-gunung batu. Lihat, wahai, lihatlah. Kini kalian…
Kambing dan Tekanan Darah
Saya sepenuhnya meyakini teori yang didasarkan pada fakta empiris bahwa terdapat korelasi yang kuat antara olahan kambing dengan tekanan darah. Terutama ketika terpenuhi 3 kondisi; dagingnya tidak segar, bumbunya ngawur, dan disajikan tanpa senyum. Baru 2 suapan saja rasanya darah sudah naik hingga ke ubun-ubun. Tetapi hal ini tidak terjadi ketika yang dijumpai adalah daging…
Hyena, Bukan Tentang Politik
Hyena adalah satu-satunya pesaing serius yang diperhitungkan oleh kawanan singa di kerasnya padang rumput Afrika. Demikian bencinya singa pada hyena, bahkan mereka merasa jijik untuk memakannya. Hyena memang kuat, baik secara individu maupun kelompok. Bahkan macan tutul, karnivora yang memiliki persenjataan lebih lengkap, juga tak berdaya menghadapi pertarungan satu lawan satu dengan hyena dalam perebutan mangsa…
Preman Di Ujung Perjalanan
Ia memakai sepatu kets putih kusam. Bagian belakang ditekuk, hingga bisa digunakan seperti terompah saja. Celana jeans-nya butut, robek di lutut. Rambut di sebelah atas telinga dicukur tipis, bagian atas menantang langit, dan yang belakang dibiarkan panjang berkibaran. Telunjuk dan jari tengah tangan kirinya menjepit rokok filter yang sesekali ia hisap dan permainkan asapnya. Sungguh,…
Tongseng Jembatan Baru
“Jangan pedas”, tegas saya kepadanya. Perempuan itu mengangguk sambil tersenyum, lalu segera tenggelam dalam keseriusan meracik tongseng kambing di Warung Solo dekat Jembatan Baru itu. Biasanya saya suka pedas, tapi saat ini saya sedang sariawan berat. Sekira sepuluh menit kemudian, pesanan itu datang. Seporsi tongseng kambing dan minuman jeruk panas. Beberapa suapan telah membuat saya…
Luruh
Puisi Y. Wibisono Ia temukan dirinya berdiri di lereng bukit, di sisa sepertiga malam yang hening. Ada hasrat sederhana yang terus membuncah dalam dadanya. Bukan kerinduan pada benderang langit di atas Masjidil Haram. Bukan. Tapi ini tentang sebuah surau kecil. Dindingnya basah. Dihijaukan lumut yang hidup subur dari percik air padasan. Tak ada gempita cahaya….
Bocah Jalanan
Kulitnya gelap. Rambutnya menantang langit. Tapi setidaknya, ia tak memakai anting-anting. “Masih sekolah?” “Masih om. Di Karangasam.” “Kelas berapa?” “Kelas empat.” Ia, bocah lelaki itu, beranjak pergi sambil memeluk ukulele-nya. Senja telah memuram, malam baru saja mulai di traffic light dan sepanjang Air Hitam. Jelas ia tengah berdiri di persimpangan. Kehidupan jalanan bisa menjadikannya sampah….