Tongseng Jembatan Baru

      Comments Off on Tongseng Jembatan Baru

“Jangan pedas”, tegas saya kepadanya. Perempuan itu mengangguk sambil tersenyum, lalu segera tenggelam dalam keseriusan meracik tongseng kambing di Warung Solo dekat Jembatan Baru itu. Biasanya saya suka pedas, tapi saat ini saya sedang sariawan berat.

Sekira sepuluh menit kemudian, pesanan itu datang. Seporsi tongseng kambing dan minuman jeruk panas. Beberapa suapan telah membuat saya mendesis, rupanya lumayan pedas juga. Tapi saya menghormatinya. Menghormati keseriusan perempuan itu yang profesional di bidangnya. Tongseng kambing tanpa lombok, mungkin seperti manusia tanpa martabat. 

Selamat menikmati Senin siang yang indah!