Ruang Renung Y. Wibisono

Dulu Praktisi, Kini Pengajar dan Peneliti

Menu
  • Beranda
  • Biografi
  • Akademik
  • Sastra
  • Hobi
  • Kontak
Menu

Saya Butuh Kemarahan

Posted on January 8, 2016March 8, 2019 by wibi

Dalam hidup, kadang saya membutuhkan sebuah kemarahan. Bukan jenis kemarahan yang meledak di ujung mulut. Tapi kemarahan yang dalam. Seperti geiser yang merambat menghangatkan dan membuat perjalanan lebih menarik. Jenis kemarahan yang membuat bisa tersenyum tenang menghadapi bahaya.

Read more

Kalian

Posted on December 31, 2015March 7, 2019 by wibi

Dalam lelah riuh perjalanan kunikmati pelangi dan kerlip bintang di mata kalian, anakku. Selalu ada penanda batas, sebuah tempat untuk istirah sejenak sebelum kita tempuh perjalanan baru. Kita tak tahu, akan seberapa banyak yang menghadang di depan. Entah taman bunga atau belukar. Tak masalah, sebab jerit riang dan kerlip bintang di mata kalian meniupkan angin penyejuk yang memekarkan bunga-bunga…

Read more

Tentang Usia

Posted on December 31, 2015March 7, 2019 by wibi

Dalam bingkai jendela ruang sore ini, kulihat awan-awan bergerak. Beberapa bergerak lebih cepat, sebagian perlahan, ada pula yang begitu lambat hingga nyaris diam serupa bercak putih dalam kanvas lukisan. Seperti kehidupan, semua bergerak. Lekas atau pelan. Tunas-tunas bertumbuh, menjelma pohon lalu bergerak menua dan rapuh. Gedung-gedung kokoh pun turut bergerak, perlahan melapuk. Seperti perjalanan kita…

Read more

Merawat Bahasa Sendiri

Posted on December 18, 2015March 7, 2019 by wibi

Iki cara kinurmat kanggo mateni coro.(Ini cara terhormat untuk membunuh kecoak) Anakku sing nomer loro lagi lara weteng.(Anakku yang nomor dua sedang sakit perut) Tak hanya bahasa Indonesia yang sedang mengalami cobaan serius dengan serbuan bahasa gaul alay yang semakin tidak jelas. Bahasa Jawa juga mengalami cobaan yang tak ringan. Boleh jadi bahasa daerah lain…

Read more

Mari Tertawa

Posted on December 17, 2015March 7, 2019 by wibi

Jika satu waktu nanti hari-hari kita menjadi begitu kering dan hambar, cobalah mengadu ke MKD. Tentang apa saja. Barangkali, dalam beberapa hari kita akan disuguhi hiburan lucu dan menggemaskan. Tapi soal menikmati hiburan yang penuh tawa ini, ternyata Presiden lebih cerdik dari yang saya duga. Di saat MKD mendekati klimaks, yang artinya bisa tidak lucu…

Read more

Sebut Saja Pelacur

Posted on December 14, 2015March 7, 2019 by wibi

Sepatu tetap bernama sepatu entah berharga murah atau mahal. Sebuah tas tetaplah kita sebut tas meski berharga puluhan ribu atau berlabel Hermes yang harganya ratusan juta. Sebuah motor tetaplah motor tak peduli ia seharga belasan juta atau seharga mobil SUV premium. Karenanya, seorang pelacur tetaplah bernama pelacur meski ia berharga puluhan juta atau ratusan juta….

Read more

Sudahlah, Cukup

Posted on December 12, 2015March 8, 2019 by wibi

Pagi ini lebam dan senyap. Udara dan tanah basah. Tiada angin, pepohonan berjajar kaku serupa hiasan plastik. Burung-burung bergerombol dalam dingin. Gencar membawa kabar. Tentang Tyas Mirasih, Nikita Mirzani, dan Putty Revita atau entah siapa namanya itu. Berita tentang mereka penuh aroma basah. Seolah melengkapi lelucon kering dari para yang mulia di gedung terhormat.Sudahlah, cukup….

Read more

Kebenaran Tak Cukup Berhenti Pada Lingkar Pribadi

Posted on December 12, 2015March 7, 2019 by wibi

Pria itu mengendarai mobil bersama istri dan anak-anaknya. Hari cerah. Setelah seminggu dihajar pekerjaan, ia ingin bersantai bersama keluarga. Ia sedang di jalan kota menuju ke arah luar kota. Di jalan itu, kecepatan tertinggi yang diperbolehkan adalah 60 km/jam. ia ingin aman dan nyaman, karenanya ia berkendara 30 km/jam. Ia mengambil posisi yang aman, tidak…

Read more

Gemas

Posted on December 10, 2015March 7, 2019 by wibi

Satu waktu, entah tahun kapan itu, saya menonton atlet putra nasional bulutangkis berlaga di tivi. Waktu itu anak saya baru dua dan masih kecil. Atlet itu, yang tidak usah saya sebut namanya, memang nampak kurang bergairah. Malas mengejar bola, dan klemak-klemek. Tentu, itu hanya pandangan subjektif saya. Boleh jadi memang ia sedang menjalankan strategi khusus….

Read more

Eksotisnya Marin

Posted on December 10, 2015March 7, 2019 by wibi

Setiap kali Carolina Marin mendapat poin, selalu terdengar suara perempuan berteriak keras. Waao, waaao! Lengkingan yang cempreng namun penuh semangat. Sekilas saya mendengarnya seperti burung gagak yang terjepit. Suara itu terus terdengar setiap kali Marin mendapatkan poin. Lama sekali saya mencoba mencari-cari asal suara itu. Tak mungkin dari petugas pertandingan. Tim ofisial nampaknya tidak juga….

Read more
  • Previous
  • 1
  • …
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • …
  • 39
  • Next

Categories

  • Jurnal Ilmiah
  • Buku
  • Pendidikan
  • Teknologi Informasi
  • Pemrograman
  • Puisi
  • Prosa
  • Aforisma
  • Tulisan Bebas
  • Sekedar Hobi
  • Wisata
© 2026 Ruang Renung Y. Wibisono | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme