Akhir minggu kemarin, melayat ke sebuah rumah duka. Setiap kematian selalu menyisakan kesedihan. Namun kali ini ditambah goresan yang menusuk. Rumah duka itu milik seorang pengusaha di bidang pendidikan informal. Seorang pria yang tangguh, yang pertemuan dengannya 25 tahun lalu membuat saya yang anak muda memutuskan untuk tinggal di Samarinda, walau tanpa sesiapapun yang dikenal….
Di Tepi Sungai Siak
Ada yang diam-diam melangkah canggung di trotoar. Hujan semalam menghapus jejaknya tak tersisa. Dingin percik air melunturkan baranya menyusuri malam. Lalu deru angin mengajarkannya tentang rahasia. Betapa menghitung kerlip lampu sepanjang jendela kamar dan tepi sungai Siak, sama sulitnya dengan memahahi mengapa perempuan mencukur alis dan melukisinya kembali.
Tajam Mengiris
Ah, betapa kadang saya membenci pilpres lalu. Bukan tentang siapa yang terpilih dan tak terpilih. Ini tentang betapa ia dengan sangat tajam mengiris ukhuwah. Luka kronis yang ditinggalkan sering mengganggu kecerdasan dan kebijakan hati.
Bathara Kala
Bersiap perjalanan malam. Memburu matahari pagi, di rumah sendiri. Matahari yang tak biasa, sebab besok pagi akan ada rembulan yang kesasar dan tepat menghadang sinar matahari yang sedianya untuk bumi. Sebagian wajah bumi akan gelap gulita. Banyak berdoalah. Sebab, itulah saat Bathara Kala akan gentayangan. Si raksasa kegelapan yang tercipta dari kama liar. Ia sedang…
Senja Di Kaki Bukit
Dalam belantara angkasa laut Jawa, kusaksikan tadi matahari tenggelam perlahan di kaki langit. Meninggalkan lapisan warna jingga yang berserak. Oh ya, bukankah ini senja? Lalu terbayang dulu, dulu sekali, setiap senja selalu menjadi hal luar biasa. Adalah ketika matahari mulai menghilang di balik bukit tepat di depan rumah. Sesaat meninggalkan garis cahaya keemasan yang menembus…
Setengah Pria
Pagi ini sekilas mengikuti pemberitaan seorang artis pria yang telah beberapa waktu menjadi tersangka pencabulan seorang remaja pria. Di tempat lain juga ada seorang penghibur yang didampingi istrinya yang sesenggukan karena sedang menghadapi perkara pengaduan pelecehan. Lagi-lagi diadukan oleh seorang pria muda. Entah mengapa saya tidak terlalu kaget. Sudah beberapa waktu, memang jagad hiburan di…
Warna Doa
Hujan ringan terus mengguyur Samarinda di dua hari ini. Seperti menjawab doa-doa dari tubuh bersimbah peluh yang telah beberapa waktu terus mengejar hotspot dan firespot. Lalu akan segera muncul pula doa-doa dari mereka yang aktivitasnya mulai terhambat hujan. Andai saja doa punya warna, tentu angkasa akan penuh dengan kilatan warna-warni yang terus merambat ke langit….
Kebencian Itu
Bahagia itu sederhana, adalah ketika setiap kehadiran pagi memberi keindahan di hati. Syaratnya juga sederhana, tak ada kebencian yang dipelihara lama. Memiliki rasa benci adalah fitrah, paket lengkap menjadi manusia utuh. Namun memeliharanya lama adalah hal lain. Semestinya ia hanya serupa angin liar yang datang menerpa lalu segera kita biarkan pergi. Menahannya lama akan menyesakkan…
Pucuk-Pucuk Cengkeh
Puisi Y. Wibisono Di negeriku yang jauh, dik, tak pernah ada musim semi. Sepanjang tahun, yang ada hanyalah musim cengkeh. Ruang hatinya tiba-tiba saja penuh aroma daun cengkeh. Harum yang dihembus oleh pucuk-pucukyang menguning segar. Lelaki itu tak mungkin tahan lagi. Rindunya telah membuncah, seperti bunga cengkeh hijau yang merona merah. Dikenangnya, ia yang lelaki remaja,menenteng tas menyusur trotoar…
Kisah Si Burung Cinta
Dulu sekali, saya pernah menjadi peternak ayam bangkok. Lalu ketika mulai bosan, saya berganti ternak yang lain. Saya tertarik lovebird, sejenis nuri yang imut. Mulailah saya hunting indukan. Di Samarinda lovebird baru mulai muncul. Mengikuti referensi, saya kumpulkan lovebird saya di kandang besar untuk mengamati mana yang mulai pacaran. Hingga akhirnya ada dua ekor lovebird…