Filosofi Teko

      Comments Off on Filosofi Teko

Jika kita menuangkan teko ke gelas, dan keluarnya adalah kopi, maka tanpa harus membuka tutupnya kita tahu bahwa isi teko tersebut pastilah minuman kopi. Jika yang keluar air teh, maka pasti isi dalam teko adalah minuman teh. Apapun yang keluar dari mulut teko adalah gambaran dari isi di dalam teko. Seperti itulah diri kita. Jika yang banyak keluar dari lisan dan tulisan kita adalah sumpah serapah, maka demikian pula isi dalam kepala kita. Jika yang keluar hal yang menyejukkan, maka sejuk pula isi kepala. Jika setiap hari yang mudah terucap dan tertulis dari diri kita adalah fitnah dan rumor keburukan orang, maka barangkali memang hanya itu yang ada di kepala kita.

Bagaimana dengan orang yang sedang berpura, yang mencoba selalu bicara baik-baik, tetapi sesungguhnya isi kepalanya penuh dengan hal yang buruk? Percayalah bahwa seorang aktor profesionalpun tidak mampu berakting sepanjang waktu. Sekeras apapun ia menjaga penampilan palsunya, maka selalu ada saat ia tampil aslinya. Dan karena akting itu perlu energi besar, maka ia akan kembali kepada aslinya saat kelelahan.

Sayangnya, tidak seperti teko yang mudah dicuci, membersihkan isi kepala manusia lebih rumit. Andai “teko” kita selama ini penuh dengan sirup, maka harus kita tuangkan air jernih terus menerus. Awalnya hanya rasa sirup yang memudar, tapi jika terus dimasukkan air jernih, lama-lama yang keluar adalah air jernih menyehatkan tanpa aroma sirup.

Seseorang yang hari-harinya begitu gemar mengirim artikel fitnah tentang keburukan orang lain, mustahil bisa berubah, jika yang dia bacapun juga tak jauh dari soal fitnah. Itu seperti terus mengisi sirup ke teko dan berharap keluarnya air jernih. Jalan satu-satunya untuk berubah adalah membiasakan diri untuk mengonsumsi literasi yang bersih. Membiasakan diri untuk membaca referensi yang logis dan berdasarkan fakta, yang berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipercaya. Jika konsisten untuk terus membiasakan diri, maka itu akan seperti terus menerus menuangkan air murni ke dalam teko yang keruh. Walau tak langsung berubah, maka secara pelan-pelan yang keluar dari dirinya pun juga hal-hal yang jernih dan bermanfaat bagi orang lain.