Temaram Sore Tasikmadu
- Artikel:
“Nyuwun sewu, apakah anda bidadari?”
Ia yang membentang selendangnya dalam
sinar senja,tersenyum menggoda.
“Bukan kangmas. Nama saya Tasikmadu!”
Angin laut datang dari arah cakrawala,
mengusik pucuk daun yang memerah lalu
meniup lembut pada ceruk bebatuan. Dia
yang gemulai itu terus menari, ditingkah
orkestra gamelan yang mengalun dari
dasar pantai selatan.
Di ujung nyiurmu, hatiku tersangkut
erat. Hati pelaut mabuk, yang ingin
terus mencumbumu sepanjang senja.
Jujurlah, wahai jelita. Dewata mana
yang pernah kau pikat hatinya, hingga
dipintanya ombak untuk membasahi
tubuhmu sepanjang waktu?
Angin yang melintas, mencuri lagu
senjamu dan bergegas mengabarkan ke
segala lembah dan gunung, mengantar
seluruh penghuni Watulimo menyambut
malam. Ini negeri bidadari, betapa
ombak, angin, dan pasir tak henti
bersenandung kisah tentang pantai
yang akan selalu dirindukan.
Senja makin temaram. Burung-burung
pulang ke sarang, ketika wajah laut
bersemu merah. Di ujungnya, rombongan
perahu nelayan terkantuk dalam buaian
ombak. Dan di lengkung alis pantaimu,
aku dengan langkah pamit yang tersendat.
Separuh hatiku telah hancur tercecer
di pasir yang basah. Separuh yang
tersisa, berisi rindu untuk kembali.
Satu waktu nanti, pasti!
Pantai Prigi, 27-10-2008
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Comments
pak, nanya. baru blajar mbaca
pak, nanya. baru blajar mbaca puisi. ternyata masih gampang mbaca script pb ya. si dia, atau seseorang yang membentangkan selendang dalam puisi ini sebenarnya siapa, atau apa? saya sih sedikit bisa menangkap ada yang agak sedih dan berat di akhir, tapi tetap bingung aja. puisi memang sulit gini ya ..
Memahami puisi itu bebas
Memahami puisi itu bebas tergantung rasa si pembaca. Tidak harus sama dengan penulisnya. Tapi jika mas Richard mau tahu "rasa" saya ketika menulisnya, si dia itu bukan sesiapa kok. Saya hanya terpesona dengan pantai Tasikmadu. Dan menurut rasa saya, ia cantik seperti bidadari. Lalu kekaguman itu mengalir begitu saja menjadi bait-bait sajak.