Implementasi ERP, Siapkan Tim Pendukung Yang Tangguh
- Artikel:
Tim tangguh yang saya maksud ini benar-benar dalam arti sebenarnya. Bukan sekedar skill yang tangguh tapi juga fisik dan mental yang tangguh. Mungkin anda berpendapat bahwa ini tidak hanya untuk ERP, semua proyek pembuatan sistem menuntut itu. Mungkin iya, tapi saya tetap menggarisbawahi fisik dan mental tangguh ini untuk implementasi ERP, terutama jika anda tidak membuat sendiri alias membeli dan menggunakan konsultan. Kenapa demikian? Alasan utamanya adalah anda tidak memegang sendiri kemudi proyek. Konsultan punya sejumlah rencana dan schedule, demikian pula anda. Bedanya anda dan tim "free", sementara konsultan itu costly.
Implementasi ERP, di atas kertas mungkin hanya berupa sebuah kesepakatan customize 5%, 10%, 20% atau malah tanpa customize, as is. Customize memang pekerjaan yang cukup mudah dibayangkan, tapi sungguh tidak demikian untuk pelaksanaannya. Jangan lupa juga siapkan budget untuk reward-reward kecil, medical, dan office boy! Kok office boy? Iya, karena team anda akan sering bekerja sampai malam, bahkan mungkin tidak sempat pulang. Keberadaan office boy dalam tim akan sangat membantu anggota tim untuk bertahan di ruangan. Sediakan cukup makanan di ruangan, baik yang berat maupun yang ringan. Jika anda mengusulkan office girl, saya juga setuju saja.
Akan ada banyak sekali yang perlu didokumentasikan, sama banyaknya dengan koordinasi yang harus dilakukan terus menerus. Pertahankan keutuhan tim. Bukan hanya dari jumlah, tapi hindari perubahan anggota tim. Masalah yang muncul biasanya akan lebih terbantu jika yang membahas juga telah ikut dari awal. Bahkan ada kisah seorang manager yang punya ide; semua anggota tim tanda tangan kontrak perjanjian tidak akan keluar perusahaan selama implementasi ERP. Dan untuk itu ada reward khusus. Cukup menarik, tapi bisa diduga, kebanyakan anggota tim enggan untuk melakukannya.
Sebagian orang mengira, bahwa pekerjaan membuat program itu hanyalah hal teknis; logika dan matematika, dengan menghapal sejumlah instruksi. Orang lupa bahwa ada pekerjaan otak kanan di sana. Jika penyair perlu kontemplasi demi memburu tetes demi tetes inspirasi, demikian pula yang dilakukan para programmer.
Ini rindu tentang sebuah dangau, atau gubug kecil di tepi kali. Lalu beberapa orang akan datang, dengan pena dan kertas. Sesekali akan ada obrolan gayeng, yang sekejap mungkin berganti diam. Diam yang padat, ketika penulis mengobrol dengan karyanya. Dan demikianlah, komunitas kecil itu lalu kami namakan JORAN.
Hanya berisi hal-hal remeh. Ini bukan sebuah ruang perpustakaan mewah, atau showroom karya-karya berharga. Sebagian berupa lembaran kertas setengah jadi, beberapa hanyalah catatan asal tulis. Walaupun, tetap saja ada harapan bahwa satu waktu seseorang akan merasa bahwa catatan-catatan remeh ini berguna.
Recent comments
1 year 24 weeks ago
1 year 24 weeks ago
1 year 24 weeks ago
1 year 25 weeks ago
1 year 25 weeks ago
1 year 25 weeks ago
1 year 25 weeks ago
1 year 25 weeks ago
1 year 25 weeks ago
1 year 25 weeks ago