Catatan asal tulis seorang Pekerja IT

Politik-Ekonomi-Sosial

Seputar Politik, Ekonomi, dan Sosial

Koruptor Itu Biadab

Di era orde lama, koruptor mengambil uang di bawah meja. Pada era orde baru, ada kemajuan, mereka sudah berani mengambil uang di atas meja. Ketika era reformasi, koruptor lebih gagah berani, mereka mengambil uang dan mejanya sekalian. Entah apakah secara fisiologis telah terjadi pelemahan urat malu para pejabat, yang pasti semakin hari kita dibuat tercengang dengan pengungkapan kasus-kasus yang membuat miris. Kata astaghfirullah-pun tak cukup. Seluruh bangsa harus bersatu padu memerangi korupsi.

Kini Kitalah Yang Menjadi Tontonan

Dulu, kita sering merasa pilu, dan meneteskan airmata menyaksikan sebagian saudara-saudara kita di Afrika yang hidup dalam kemiskinan. Gambar orang kelaparan, anak-anak dekil dan kurus kering dengan tatap mata yang kosong. Kini, dengan gambar yang beda, suka atau tidak, kitalah yang sedang menjadi barang tontonan. Demi mendapat uang 30 ribu rupiah, 21 nyawa melayang karena berdesakan. Di lain tempat, seorang bapak memilih mengakhiri hidup karena tidak mampu membelikan baju lebaran anaknya.

Mari Membangun Negeri Badut

Di NKRI, semua warganegara memiliki hak yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Karenanya jika semua orang berbondong-bondong ingin menjadi anggota legislatif atau pimpinan daerah, ya sah-sah saja. Termasuk para artis. Tak penting apa yang ingin mereka lakukan sebab orang suka melihat mereka. Partai pengusung juga sangat diuntungkan. Ada penghematan biaya yang luar biasa untuk promosi. Seorang kader yang ingin maju, dengan potensi kepemimpinan dan visi yang baik, tetap tak ada artinya jika masyarakat luas tidak mengenalnya. Dan artis punya hal itu.

RENUNGAN 17-an: Pahlawan dan Gelandangan

Pahlawan dan gelandangan mungkin tak ada hubungan, tapi bisa juga ada. Seorang gelandangan bisa saja menjadi pahlawan, tapi seorang pahlawan pun sangat bisa menjadi gelandangan, paling tidak setelah ia tak lagi dianggap sebagai pahlawan. Tidak banyak manusia yang beruntung, menjadi pahlawan dan abadi, dengan cerita kepahlawanan yang dituturkan secara turun temurun. Tanpa sadar, kehidupan juga memisahkan antara kepahlawanan dan manusianya.

Undang-Undang Itu Bukan Yang Utama!

Saya tidak ingin untuk ikut-ikut memperkeruh pro dan kontra RUU Pornografi dan Pornoaksi. Segala bentuk reaksi yang muncul ternyata telah jauh menyita semua ruang kehidupan, bahkan membuat menjadi cukup sulit untuk sekedar tahu detail substansi dari rencana undang-undang yang cukup menghebohkan itu. Saya hanya ingin berbagi perasaan dan pemikiran saja, sebagai warga masyarakat yang sederhana, yang hidup bersosial dan memiliki tanggung jawab dalam sebuah negara kecil yang bernama rumah tangga.

Menyimak Gus Dur: Memberantas Korupsi, Dengan Menaikkan Gaji?

Malam sudah larut. Istri dan anak-anak sudah tidur. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan tersisa, saya ingin mengisi waktu dengan menonton televisi. Ini situasi yang agak langka, menonton dengan santai tanpa harus berebut acara dengan anak-anak. Maklum, pesawat televisi hanya satu di rumah. Saat asyik memilih channel, saya berhenti pada satu televisi swasta yang sedang menayangkan acara bincang-bincang dengan Gus Dur. Langsung saya memutuskan untuk menonton acara ini.

Beras Impor, Formalin, Dan Uang Kertas

Beras impor segera datang, dan tetap saja harga beras naik, itu fakta. Kita mendatangkan beras dari negara lain, membayar biaya angkut, dan jatuhnya harga beras masih di bawah harga beras lokal, itu juga fakta. Tapi, saya tidak ingin masuk ke wilayah para spekulan atau ikut-ikutan menyalahkan Pak Menteri Pertanian. Saya mencoba untuk berbicara dari sisi ekonomi, meskipun barangkali saya tidak seberapa paham tentang teori ekonomi.

Tapi kenapa beras import mesti terkait dengan formalin, lebih parah lagi, apa hubungannya dengan uang kertas?

Pilkada: Di Indonesia Itu Banyak Pemimpin, Atau Paling Tidak Pemimpi

Meski tidak mengikuti perkembangan secara serius, bahkan di daerah saya sendiri, tetapi saya bisa melihat nampaknya Pilkada berjalan dengan sangat marak. Ada yang berlangsung aman, ada yang yang sampai ke pengadilan dan ada juga yang baku pukul, dengan bonus beberapa perusakan dan pembakaran.

Saya tidak sedang ingin membahas hal-hal itu dengan lebih jauh. Saya ingin mencoba melihat Pilkada ini dari hitungan matematis.

Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita

Ini bukan tentang teori demokrasi, juga bukan satu tulisan serius. Judul tulisan di atas malah dekat hubungannya dengan VCD porno! Kok bisa?

Ini gara-gara di satu sore saya menonton acara kriminal di televisi swasta bersama keluarga, yang kebetulan menayangkan tentang pemberantasan pornografi. Lalu sayapun terpikir sesuatu.

Pandangan Saya Tentang MLM

Saya sebenarnya juga tak yakin, apakah menuliskan sebuah pandangan tentang MLM akan memberikan manfaat atau tidak. Tapi yang jelas, setelah beberapa kali teman-teman saya mengajak diskusi tentang hal ini, ditambah satu dua orang yang begitu bersemangat mengenalkan bisnis ini dan selanjutnya berharap saya bersedia menjadi downline-nya, maka hal ini sungguh menggoda saya untuk menuliskan sedikit pendapat saya tentang MLM.

Walau kalah populer dengan pesaing lain, semisal DotNet dari Microsoft, tapi PB sejujurnya adalah tool yang memukau dan pantas jadi pilihan developer. PB adalah the best RAD (Rapid Application Development) dan the real OOP (Object Oriented Programming). Mau tahu lebih banyak? Gabung saja di http://groups.yahoo.com/group/indopb

Darah petarung sejati telah ada di tubuhnya sejak lahir. Ia tak perlu guru untuk menguasai teknik bertarung yang baik. Sebab, ia memang ditakdirkan untuk hidup sebagai petarung. Anda ingin kenal lebih jauh? Kunjungi http://ayam-bangkok.blogspot.com

Jika anda alumni SMAN 1 Trenggalek, jangan lewatkan kesempatan untuk berkumpul kembali dengan kawan-kawan lama anda di http://groups.yahoo.com/group/smanesa