Monthly Archives: March 2015

Bang Saut, 33 Tokoh, dan Luka Sejarah

      Comments Off on Bang Saut, 33 Tokoh, dan Luka Sejarah

Saya tidak mengenal dekat seorang Saut Situmorang. Hanya satu waktu pernah berkomunikasi, bang Saut mengajak berdiskusi tentang buku apa yang hendak kami pilih sebagai hadiah. Di satu ajang komunitas sastra… Read more »

Epitaf Sawah

      Comments Off on Epitaf Sawah

Puisi Y. Wibisono Di ujung musim yang basah, lelaki itu berpesan: “Kelak, baringkan jasadku di pinggir pematang. Biarkan udara menjamah, agar lebur bersama air dan tanah.” Sebuah sawah telah terhampar… Read more »

Yang Tertinggal di Carita

      Comments Off on Yang Tertinggal di Carita

Puisi Y. Wibisono Kepada pasir, tempat telunjukmu menggores, ia bisikkan: “Pandangi lekat-lekat paras bidadari itu sebab kelak mungkin ia akan kembali ke sini. Jika kau takut tak mengenali, ingat saja… Read more »

Gerimis Yang Berjarak

      Comments Off on Gerimis Yang Berjarak

Gerimis. Pulang sholat Jumat, disambung makan siang, lalu jalan kaki di tengah gerimis menuju kantor. Tak jauh. Hanya sekira 200 meter saja. Seperti halnya yang orang lain lakukan, langkah dipercepat,… Read more »

VY Canis Majoris

      Comments Off on VY Canis Majoris

Bintang terbesar yang saat ini dikenal oleh manusia adalah VY Canis Majoris. Bintang ini ukurannya sangat besar. Berdiameter 2,8 milyar km, atau memiliki keliling sekitar 8,8 milyar km. Jika kita… Read more »

Kenangan

      Comments Off on Kenangan

Kita tumbuh dari satu kenangan ke kenangan lain. Sekarangpun, kita sedang menyusun kenangan yang lain lagi.

Pengajar Etika

      Comments Off on Pengajar Etika

Di sekolah anak saya, guru-guru sangat disiplin mengajar etika. Semua anak wajib menyalami dan mencium tangan guru saat melewati gerbang sekolah. Namun bapak ibu guru ini sering terlupa sesuatu. Mereka… Read more »

Doa Flintstone

      Comments Off on Doa Flintstone

Determinasi batu akik memang luar biasa tak terkira. Di semua sudut kota, pusat perbelanjaan ataupun di bawah pohon ada. Bahkan di bandara, mau cari batu apapun ada lengkap dengan price… Read more »

Cap Go Meh

      Comments Off on Cap Go Meh

Puisi Y. Wibisono Masih tersisa tingkah 12 naga siang tadi. Terperangkap dalam merah gemerlap lampion. Seorang ibu tua bersimpuh di sudut Kwan Tie Bio. Hatinya tersenyum rekah, jiwanya pasrah. Seperti… Read more »