Monthly Archives: March 2015

Epitaf Sawah

      Comments Off on Epitaf Sawah

Puisi Y. Wibisono Di ujung musim yang basah, lelaki itu berpesan: “Kelak, baringkan jasadku di pinggir pematang. Biarkan udara menjamah, agar lebur bersama air dan tanah.” Sebuah sawah telah terhampar… Read more »

Yang Tertinggal di Carita

      Comments Off on Yang Tertinggal di Carita

Puisi Y. Wibisono Kepada pasir, tempat telunjukmu menggores, ia bisikkan: “Pandangi lekat-lekat paras bidadari itu sebab kelak mungkin ia akan kembali ke sini. Jika kau takut tak mengenali, ingat saja… Read more »

Cap Go Meh

      Comments Off on Cap Go Meh

Puisi Y. Wibisono Masih tersisa tingkah 12 naga siang tadi. Terperangkap dalam merah gemerlap lampion. Seorang ibu tua bersimpuh di sudut Kwan Tie Bio. Hatinya tersenyum rekah, jiwanya pasrah. Seperti… Read more »