Mari kita kenang segala hal terlembut, serupa gerimis pertama yang menyentuh wajah sesaat setelah kemarau panjang. Mungkin saja waktu tak benar berubah meski berpuluh musim telah lewat. Ia tetap seperti yang kita jumpa saat kanak. Lalu kita merayakan apa, bisikmu. […] ↓ Read the rest of this entry…