Buku-buku silat, dalam tatanan sastra yang mapan, sering dianggap sebagai karya kelas dua. Pandangan itu menjadi beralasan karena umumnya buku-buku jenis ini lebih mengutamakan unsur serunya penggambaran adegan silat, dibanding unsur sastra. Namun secara pribadi, saya menganggap bahwa karya SH […] ↓ Read the rest of this entry…