Yearly Archives: 2004

Perempuan Jembatan

      Comments Off on Perempuan Jembatan

Karya: Y. Wibisono dia selalu mencium bau hyena pada setiap aroma tubuh lelaki maka selalu ditutupnyalah segala hal yang indah ketika makhluk itu ada di sekitarnya dengan dengkingan-dengkingan yang memuakkan… Read more »

Cendawan Jingga Di Puncak Merapi

      Comments Off on Cendawan Jingga Di Puncak Merapi

Karya: Y. Wibisono pertemuan kita, Shella seperti sebaris rumput kering yang tersaput embun lalu memudar ketika mentari menampakkan sinar berceritalah tentang apa saja apapun itu adalah tak penting untukku sebab… Read more »

Di Sini, Surga Itu Bernama Mahakam

      Comments Off on Di Sini, Surga Itu Bernama Mahakam

Karya: Y. Wibisono ombak pecah beriak bermain lemparan wajah rembulan terayun dipantul bagai kanak berebut perahu kecil bermain meniti buih berpacu ketinting riang menderak malam kapal pedagang tak tergoyah ombak… Read more »

Perjalanan 1

      Comments Off on Perjalanan 1

Karya: Y. Wibisono samarinda – teluk dalam – sebulu berjam-jam kami mengeja debu matahari telah mengupas atap kendaraan juga menggosongkan kepala para pekerja kayu :ini khatulistiwa yang sebenarnya! lalu kamipun… Read more »

Kota Ini Menyukaimu

      Comments Off on Kota Ini Menyukaimu

Karya: Y. Wibisono (untuk gadis D, pengganti souvenir yang tak sempat kukirim) (1) sebatang sungai berkelok di antara hati yang meragu dan di muaranya aku masih saja memilin pintalan cerita… Read more »

Perjalanan 3

      Comments Off on Perjalanan 3

Karya: Y. Wibisono akupun berkemas melipat senyum di dalam koper :selamat berjumpa kembali dengan debu perpisahan ini tak akan dikenang seperti daun yang jatuh ditiup angin seekor tupai dan ranting… Read more »

Perjalanan 2

      Comments Off on Perjalanan 2

Karya: Y. Wibisono mahoni tua itu ternyata masih mengenaliku dan segera saja kami akrab berkelakar tentang lelaki yang hatinya gersang seperti tebing-tebing kapur dengan garis hitam melintang di kejauhan lalu… Read more »

Kota Ini Sakit Jiwa

      Comments Off on Kota Ini Sakit Jiwa

Karya: Y. Wibisono seorang gadis telah berpisah dengan air mata dilipatnya selaput dara lalu bergegas ke pasar lelang seorang lagi ketawa sendiri di depan cermin bermimpi kawin dengan matahari di… Read more »

Sebuah Pesan

      Comments Off on Sebuah Pesan

Karya: Y. Wibisono [untuk Bramantyo Wibisono] pagi ini kau kejutkan kami semua kau berdiri! meski tanganmu masih lekat di meja tak lagi kau merayap, merangkak dan berguling mengelilingi dunia tumbuhmu… Read more »

Sebuah Rindu

      Comments Off on Sebuah Rindu

Karya: Y. Wibisono [untuk gadis T yang akan berhari jadi] angin dan kabut tiba-tiba menjelmakan bayangmu di kaca jendela dengan gaun yang meniupkan seribu kenangan aku menggigil, melayang dan lesap… Read more »