Comments Off on

Jika diminta menyebut layanan publik mana yang paling enggan didatangi di kotamu, mungkin segera akan saya sebut kantor catatan sipil di jalan Milono. Paket lengkap. Parkir susah, situasi pengunjung yang crowded, petugas yang sering tidak jelas. Tapi itu dulu. Kini, layanan publik yang bernama Disdukcapil ini telah berbenah. Proses lebih jelas dan petugas yang lebih siap. Kemarin saya mengurus akte lahir anak ke-4 saya. Oh ya, usianya sudah menjelang 3 tahun. Tiga kakaknya selalu saya urus langsung di bulan lahirnya, tapi yang ke-4 ini sengaja diurus lambat.

Ada empat tahap yang harus kita lewati. Tapi semuanya relatif berjalan cepat dan ringkas. Pertama adalah meja verifikasi kelengkapan administrasi, memastikan dokumen yang diperlukan telah lengkap. Kedua, tempat ambil nomor antrian. Ketiga, setelah nomor dipanggil kita akan bertemu dengan petugas validasi data. Ada 8 petugas dengan 7 komputer yang siap melayani. Berkas yang dilampirkan akan diperiksa validitasnya di database. Proses cepat, selama memang berkas yang kita bawa benar, tidak aneh-aneh. Tahap terakhir, berkas yang sudah valid dibawa ke petugas penerima berkas untuk mendapatkan lembar bukti penyerahan untuk pengambilan akte. Semuanya dalam hitungan menit. Saat di bagian validasi, di sela menunggu akses ke database saya mengobrol dengan petugas yang melayani. Rata-rata sehari 600 orang yang datang dan meningkat tajam saat menjelang masuk sekolah.

Saya harus jujur menghargai dan berterima kasih atas peningkatan yang dilakukan Disdukcapil ini. Jika harus memberi masukan, maka bagian akhir penyerahan berkas belum pada situasi yang ideal. Loketnya ada di gang sempit, harus bersenggolan, dan di sampingnya ada selokan. Saya yakin mereka akan segera membuat tempat yang lebih baik. Parkir tetap menjadi pekerjaan rumah serius. Dengan rata-rata 600 pengunjung terbayang jumlah kendaraan yang keluar masuk ditambah kendaraan petugas sendiri. Dulu ada parkir alternatif lapangan bola di depan kantor. Tapi kini lapangan itu telah berubah menjadi taman Jukirindah, oh maaf, maksud saya taman Samarendah.